Bantu Penanganan KDRT, LBH Apik Launching Channel Youtube

SEMARANG (Asatu.id) – Tingkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat dalam hal pendampingan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Semarang me-launching Channel Youtube terkait bantuan penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pimpinan LBH Apik Semarang, Raden Rara Ayu Hermawati Sasongkomengatakan launching youtube dalam rangka mendengarkan suara dari hak-hak perempuan pedesaan. Mereka selama ini telah bergandengan tangan untuk bersama-sama memperjuangkan hak perempuan, khususnya perempuan pedesaan.

“Kami menginginkan adanya peran pemerintah dan masyarakat untuk bertindak nyata serta peduli membantu korban kekerasan terhadap perempuan. Kami berharap ada perjuangan keadilan dan kesetaran gender agar terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan terhindar dari segala bentuk kekerasan,” katanya.

LBH Apik, lanjut Rara, memiliki ruang lingkup kerja hingga tingkatan Jateng. Hanya saja, kegiatan dilaksanakan dengan menggandeng jejaring di Jateng yang memiliki konsentrasi penanganan dalam bidang sama.

“Sepanjang 2018, kami menangani sebanyak 58 kasus kekerasan pada perempuan pedesaan. Terdiri atas 29 kasus perdata, 10 kasus pidana, dan turut memediasi 2 kasus,” ungkapnya.

Jumlah kasus KDRT yang ditangani LBH Apik sendiri, mengalami peningkatan pada 2018. Hal itu karena pada 2017 hanya ada sebanyak 30 kasus KDRT. Berdasarkan sebaran wilayah, Demak tercatat mengalami jumlah terbanyak dengan 31 kasus KDRT. Diikuti dengan Kota Semarang sebanyak 19 kasus.

“Perempuan pedesaan rentan mengalami KDRT karena terkendala akses dan biaya. Kemudian, masyarakat pedesaan masih beranggapan kasus kekerasan berlangsung di ranah privasi,” ungkapnya.

Selain itu, sebut dia, perempuan pedesaan masih banyak yang berpikiran jika melaporkan KDRT akan mengeluarkan biaya tidak sedikit dan membuat urusan berlangsung lama. Hal ini semakin mempersempit kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk melaporkan setiap kekerasan yang terjadi bahkan di ranah privat sekalipun itu.

“Untuk itu, kami tergerak dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaran perempuan di mata sosial, budaya, dan hukum, terlebih kepada perempuan pedesaan,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *