56.000 Bidang Tanah di Kota Semarang Belum Bersertifikat

SEMARANG (Asatu.id) – Plh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Semarang, Imam Sutaryono mengatakan, sebanyak 56.000 bidang tanah di Kota Semarang belum bersertifikat. Hal itu diungkapkan usai acara Penyerahan Sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk Masyarakat, di halaman Balaikota Semarang, Jumat (8/2).

“Ada sekitar 9 persen tanah yang belum bersertifikat di Kota Semarang. Sesuai kebijakan presiden seluruh bidang tanah harus terdaftar pada 2025,” katanya.

Lebih lanjut Imam menerangkan, sisa waktu lima tahun dari target penuntasan tahun 2025 diharapkan dapat dilakukan untuk menyelesaikan angkar 9 persen tersebut. Pihaknya berharap program PTSL dari pemerintah ini harus tetap berlangsung.

“Meski ada program PTSL, harapanya warga yang tergolong mampu dapat melakukan pendaftaran sertifkat tanah secara mandiri. Jadi intinya masyarakat harus mendukung dan pro aktif program ini,” katanya.

Pihaknya mengaku belum biasa mengakomodir semua warga masyarakat. Pada 2018 pihaknya hanya mendapat jatah 7.400. Dari jumlah tersebut yang memenuhi syarat sertifikat hanya 5.661, yang sisanya tidak memenuhi syarat.

“Misalnya asalnya tidak memenuhi syarat karena tanah asalnya negara tidak memiliki KRK, kalau waris tidak dilampirkan keterangan warisnya, surat kematian tidak ada, kelengkapan KTP ahli waris susah. Padahal program pemerintah ini dibatasi waktu,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah waktu habis dalam program tersebut pihaknya tidak bisa menerbitkan sertifikat. Kemudian yang tidak memenuhi syarat itu dimasukkan ke PTSL Kategori 3 (K3) akan ditingkatkan K1 atau terbit sertifikat pada 2019.

“Jadi yang tidak memenuhi syarat saya harap masyarakat segera penuhi syarat, sehingga bisa diterbitkan. Tanah itu sudah didata, diukur tinggal lengkapi persyaratan kemudian ditertibkan. 2019 jumlahya yang K3 itu 1.794, pada tahun yang sama kita hanya dapat 5.000 dari pemerintah pusat,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *