Dimintai Uang Pengemis Tua, Ganjar Tawarkan Tempat Tinggal

Dimintai Uang Pengemis Tua, Ganjar Tawarkan Tempat TinggalMAGELANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mau masuk ke Warung Makan Sop Senerek di Terminal Lama Magelang, dalam perjalanan menuju Jogjakarta, Rabu (6/2).

Bermaksud mampir makan di warung itu, Ganjar melihat seorang nenek pengemis duduk di depan warung. Ganjar pun mengurungkan niat masuk warung. Ia malah mendatangi si nenek dan mengajak masuk untuk makan bersama. Tapi nenek bernama Partinah (90) itu menolak.

“Mboten pak, kulo mpun sarapan (tidak usah pak, saya sudah sarapan). Nyuwun shodakohe mawon pak (minta shodaqohnya saja pak),” jawab Partinah.

Ganjar kemudian duduk, tepat di samping Partinah, di depan warung. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengajak Partinah ngobrol. Dari asal si nenek hingga alasannya mengemis.

Partinah mengaku berasal dari Wonosari Jogjakarta dan sudah tidak punya keluarga lagi. Ia terpaksa mengemis karena sudah tidak bisa bekerja. Bahkan berjalan pun kesusahan.

“Kulo mbiyen kerjo pak (saya dulu bekerja pak), tapi sak niki mpun mboten saget (tapi sekarang sudah tidak bisa kerja), sikile sakit mboten saget mlampah (kakinya sakit tidak bisa bekerja),” terang Mbah Partinah.

Mendengar cerita Partinah, Ganjar menawarinya tempat tinggal. Ia mengajak Partinah pindah di panti sosial milik Pemprov Jateng. Lagi-lagi tawaran Ganjar ditolak. Alasannya, sudah pernah tinggal di panti sosial, namun tidak betah.

Kendati demikian Ganjar tetap berusaha meyakinkan nenek agar mau tinggal di panti. Menurutnya, hidup Partinah akan lebih terjamin. Dari tempat berteduh, makan, mandi, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Purun njeh mbah, mangke teng mriko uripe kepenak, mpun disiapke kabeh (mau ya mbah, nanti di panti sosial hidupnya enak, sudah disiapkan semuanya),” kata Ganjar.

Meski belum memberikan jawaban pasti, namun raut wajah Mbah Partinah menunjukkan persetujuan.

Ganjar menegaskan, dirinya tetap akan meminta Dinas Sosial membujuk nenek Partinah agar mau tinggal di panti sosial. Ia merasa kasihan, di usianya yang hampir seabad, Partinah masih harus mengemis untuk mendapatkan makan.

“Dalam kondisi semacam ini, negara harus hadir. Kan kasihan nenek sudah tua seperti ini namun harus meminta-minta,” tutupnya. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *