Pembukaan PIS, Warga Pecinan Jamu Tamu dengan Tuk Panjang

Pembukaan PIS, Warga Pecinan Jamu Tamu dengan Tuk PanjangSEMARANG (Asatu.id) – Sambut Imlek 2570, Kota Semarang menggelar agenda tahunan Pasar Imlek Semawis (PIS) dengan perjamuan Tuk Panjang di Kawasan Pecinan Kota Semarang, Jumat (1/2) malam.

Acara yang berlokasi di sepanjang Jalan Wotgandul Timur, Kawasan Pecinan Kota Semarang itu dibuka oleh Wali Kota Semarang beserta jajarannya, dilanjutkan dengan perjamuan Tuk Panjang.

Tuk Panjang sendiri merupakan jamuan yang diberikan warga Pecinan kepada masyarakat luar pecinan. Berbagai kuliner unik menjadi jamuan istimewa di Tuk Panjang malam itu.

Harjanto Halim selaku Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) mengatakan, Tuk Panjang adalah jamuan yang memiliki makna untuk merekatkan kembali jalinan kekeluargaan.

“Makan malam reuni sebenarnya. Karena suasanya makan dan bisa guyonan, harapannya Tok Panjang ini jadi media untuk merekatkan hubungan keluarga. Makna luasnya artinya ini sesama warga, tetangga, bisa serawungan. Kalau istilah lainnya silaturohmi lah,” jelasnya.

Harjanto menambahkan, terdapat berbagai macam kuliner serta kudapan pada jamuan Tum Panjang kali ini. Contohnya Teh Serbat, yakni teh yang berupa campuran dari berbagai rempah, Udang Brokoli, Sup Lobak, dan Nasi ulam bunga telang juga merupakan hidangan yang disajikan.

“Untuk tema PIS kali ini adalah Waras, warga rukun agawe sentosa. Pasar Imlek Semawis berarti menghidupkan kembali ji kao meh tradisi khas Semawis Semarang. Di Pecinan semua warga dari segala etnis, agama, suku dan golongan bebas berinteraksi tanpa batas,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *