Pasar Imlek Semawis 2019 Wujud Kerukunan Warga Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Pasar Imlek Semawis (PIS) resmi dibuka Jumat (1/2). Pasalnya Pasar Semawis bakal digelar sampai tanggal 3 Februari.

Tidak hanya entis Tionghoa yang turut memeriahkan perayaan tahun baru imlek di Kawasan Pecinan, berbagai etnis pun turut memeriahkan tahun baru imlek 2019 ini.

PIS di gelar sepanjang jalan Wotgandul Timur dan dipenuhi oleh sajian kuliner yang penuhi oleh para pengunjung yang datang menikmati.

Salah satu pengunjung ada Sunatha Liman Said menjelaskan, bahwa perayaan imlek tahun ini lebih berwarna dari tahun sebelumnya.

“Selain itu perayaan imlek tahun ini bertepatan dengan dengan tahun politik yang rentan terjadinya gesekan dimasyarakat,” ujarnya saat di temui asatu.id sambil menikmati hidangan.

Maka, lanjut jelas Sunatha, perayaan imlek kali ini saya melihat berbagai macam etnis kumpul disini dan itu menunjukkan bahwa kerukunan antar umat sangat terjalin bagus pada warga kota Semarang .

“Kerukunan antar umat ini merupakan budaya warga Kota Semarang. Saya berharap walau berbeda pilihan azaz kerukunan beragama harus kita jaga bersama,” kata Sunatha.

Pihaknya sangat mengapresiasi para pantia penyelenggara yang sudah memberikan warna berbeda pada PIS tahun ini.

“Sebagai warga minoritas PIS bisa menambah keaneka ragaman budaya. Serta Kota Semarang diharapkan menjadi contoh hidup berdampingan dalam perbedaan secara harmonis,” tukas Sunatha.

Senada dengan Sunatha, Renard Widarto menilai PIS tahun ini banyak memberi arti. Pasalnya tahun baru Imlek bagi warga Tionghoa merupakan momen untuk berkumpul dengan keluarga.

“Sudah menjadi tradisi, warga Tionghoa yang jauh akan pulang kampung. Mereka akan berkumpul di rumah keluarga besar,” kata Renard.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *