Lomba Cipta Puisi Dinasti Tang Simbol Toleransi di Semarang

Lomba Cipta Puisi Dinasti Tang Simbol Toleransi di SemarangSEMARANG (Asatu.id) – Peringatan hari raya Imlek 2570 yang tinggal beberapa hari lagi, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Board of Chinese (BOC) mengadakan lomba cipta puisi Dinasti Tang di Kawasan Pecinan Semarang, Jumat (1/2).

Sarah Agy selaku ketua BOC mengatakan, lomba yang dapat diikuti masyarakat umum ini, bertujuan untuk mengenalkan tradisi sastra Dinasti Tang yang saat ini mulai redup.

“Puisi dipilih karena selain untuk mengingat kembali tradisi Dinasti Tang, puisi juga mudah diingat puisi dan mengandung filosofi yang indah,” jelasnya.

Sarah menambahkan, peserta yang mengikuti perlombaan cipta puisi kali ini berjumlah total 70 orang, yang tak hanya berasal dari Semarang namun juga luar Kota Semarang.

“Yang mengikuti cipta puisi tidak hanya dari Semarang, banyak juga yang dari Solo, Salatiga dan juga kota-kota lain,” imbuhnya.

Total peserta tersebut menurut Sarah termasuk jumlah yang cukup banyak. Ia pun menambahkan, jika peserta tidak hanya masyarakat Tionghoa saja, melainkan banyak masyarakat Muslim dan Nasrani.

“Ini merupakan simbol toleransi yang ada di Kota Semarang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *