JNE Goes To School Persiapkan Siswa Hadapi Industri 4.0

JNE Goes To School Persiapkan Siswa Hadapi Industri 4.0SEMARANG (Asatu.id) – Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi dunia bisnis. Hal ini menyebabkan transformasi yang kerap disebut revolusi industri keempat atau industri 4.0 dimana konsep ekonomi tradisional tidak lagi dapat diandalkan, sehingga para pelaku industri harus melakukan lompatan-lompatan teknologi untuk menghadapi transisi yang terjadi dengan cepat.

Bisnis online adalah salah satu jenis pekerjaan baru berbasis teknologi yang tercipta di era industri 4.0. Pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing di era tersebut harus dilaksanakan sedini mungkin, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu lembaga pendidikan yang dituntut untuk dapat menyiapkannya.

Salah satu SMK di Jawa Tengah yang memperhatikan berbagai hal terkait dengan bisnis online di industri 4.0 secara khusus adalah SMKN 1 Salatiga. Oleh karena itu, SMKN 1 Salatiga mengundang JNE sebagai guru tamu yang merupakan salah satu pelaku industri yang berhubungan langsung dengan bisnis online.

Bertempat di Gedung Workhsop SMKN 1 Salatiga di Jl. Nakula Sadewa 1/3  Kembangarum, Salatiga, perwakilan JNE hadir di hadapan 55 siswa kelas XI program keahlian akuntasi.

Sambutan hangat diberikan oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Salatiga, Haris Wahyudi yang didampingi oleh para guru kelas. Dalam sambutannya Haris mengucapkan terimakasih atas kehadiran JNE yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran mengenai dunia bisnis online sekaligus melengkapi pembelajaran akuntasi keuangan.

Sedangkan tim JNE dari Jawa Tengah yang hadir adalah Wahyu Sangerti Alam, Branch Manager JNE Semarang dan Ariestanto Budiono, Branch Manager JNE Salatiga. Sementara, Mayland Hendar Prasetyo, Head Of Marketing Communication Division JNE datang secara khusus langsung dari Jakarta untuk menjadi salah satu narasumber dalam JNE Goes To School kali ini.

“Suatu kebanggan bagi JNE diundang menjadi salah satu guru tamu di SMKN 1 Salatiga ini, aemoga dapat bersinergi selalu dan turut memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia,” ujar Wahyu Sangerti Alam.

Mayland yang memimpin tim Marketing Communication JNE, mengawali presentasinya dengan penjelasan tentang bisnis proses JNE sebagai perusahaan nasional yang berdiri sejak tahun 1990.

Berdiri sejak 28 tahun lalu membuat JNE menjadi saksi perubahan pola belanja di masyarakat, yang semula berbelanja dengan pola konvensional dan di tahun 2010 bergeser dengan belanja online. Hal ini yang kemudian membuat JNE juga terus mengikuti perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggan.

Narasumber lainnya yang hadir adalah pelaku bisnis online, yaitu Dany Aprilia, founder @Bigissimo.id yang merupakan online shop produsen khusus pakaian wanita berukuran besar. Dany yang lahir di Salatiga ini menceritakan bagaimana dirinya mengawali bisnis tersebut saat berstatus masih menjadi mahasiwa kedokteran sebuah universitas, dan kemudian memutuskan untuk berhenti agar dapat fokus pada usaha yang Ia rintis.

Selain itu Dany juga menjelaskan pengalamannya mengenai teknik, simulasi dan prospek pemasaran online selama dirinya mengelola Bigissimo.

Pada akhir acara, para guru tamu membuka sesi tanya jawab dengan siswa dan suasana menjadi sangat meriah karena pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik. Selain itu kehadiran JONI maskot JNE juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa yang berlomba-lomba ingin foto bersama JONI untuk update sosial media tentunya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *