Fajar : Masih Banyak Pedagang Tak Paham Bahaya Pencurian Listrik

Masih Banyak Pedagang Tak Paham Bahaya Pencurian ListrikSEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, sebagian besar pedagang pasar tradisional masih kurang memahami pentingnya penggunaan listrik yang sesuai dengan prosedur yang ada.

Padahal menurutnya, salah satu penyebab kebakaran yang terjadi di pasar tradisional disebabkan akibat konsleting listrik. Seperti yang terjadi baru-baru ini dimana lima kios di Pasar Jatingaleh hangus terbakar akibat konsleting listrik.

“Masih kurang menyadari pentingnya intalasi listrik sesuai dengan prosedur. Padahal jika terjadi hal yang tidak diinginkan,yng rugi pedagang sendiri,” katanya Sabtu (2/2).

Lebih lanjut Fajar megungkapkan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan itu, pihaknya tengah memintahkan kepada 52 Kepala Pasar dan UPTD Pasar yang ada untuk terus melakukan sosialisiasi kepada pedagang.

“Kita tidak ingin lagi ada pasar yang terbakar akibat konsleting listrik, jadi kami perintahkan masing-msing kapas untuk terus melakukan sosialisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, hal yang paling sering terjadi yakni pecurian listrik oleh pedagang di pasar tradisional. Pencurian listrik kerap kali ditemui di pasar-pasar. Cara yang sering ditemui yakni menggunakan kabel listrik berdaya kecil atau kabel serabut, namun pemakaiannya melebihi kapasitas. Kabel tersebut disambung-sambung dan digunakan untuk mengaliri listrik di kios-kios pedagang.

“Misalnya saja di Pasar Langgar, Sawah Besar, dari 250 pedagang ternyata ditemukan 11 titik yang memakai kabel serabut. Sementara Pasar Hewan Karimata, Rejosari, menemukan 12 titik listrik tambahan,” katanya.

Dia meyakini, kejadian pelanggaran ini terjadi secara merata di seluruh pasar tradisional di Kota Semarang. Dia menyebutkan jika kewenangan penertiban berada di instansinya, karena penggunaan listrik di ruang lingkup pasar.

“Standarnya, pedagang menggunakan kabel listrik NYM 2×1,5 mm untuk instalasi sekunder dan NYM 2×2 mm untuk instalasi utama. Jika melebihi itu maka beresiko tinggi untuk menyebabkan kebakaran. Kalau dibiarkan, maka pedagang justru yang merugi karena kios dan barang dagangannya terbakar,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *