22 Titik Listrik Liar Ditemukan di Dua Pasar Tradisional

22 Titik Listrik Liar Ditemukan di Dua Pasar TradisionalSEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang menemukan 12 titik listrik tambahan di Pasar Langgar dan 11 titik listrik tambahan di Pasar Karimata. Temuan tersebut pasca dilakukanya Inspeksi Mendadak (Sidak) instalasi listrik yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Kamis (31/1).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dengan adanya temuan tersebut Pedagang di pasar tradisional diharapkan tidak menggunakan titik listrik tambahan untuk mengurangi resiko bahaya kebakaran.

“Kami juga tadi berdialog dengan pedagang, jadi penggunaan kabel serabut dalam mengambil aliran listrik di dalam pasar itu tidak dianjurkan. Setidaknya mereka menggunakan kabel NYM 2×1,5 untuk instalasi sekunder dan NYM 2×2 untuk instalasi utama,” katanya.

Lebi lanjut Fajar mengungkapkan, terkait dengan adanya beberapa titik listrik tambahan di dua Pasar Tradisional tersebut, merupakan hal yang sangat membahayakan. Apalagi lanjut Dia, Banyaknya colokan listrik bertumpuk, juga disinyalir rawan konsleiting.

“Pedagang memang diperbolehkan menambah instalasi listrik di kiosnya namun harus seizing dinas,” katanya.

Penataan instalasi listrik di dalam pasar merupakan hal yang sangat penting, menurut nya pihaknya tidak mau lagi kecolongan kasus kebakaran serupa ini seperti yang pernah terjadi di Pasar Waru (2014), Pasar Johar (2015) dan Pasar Jatingaleh.

“Kami juga menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) sebagai antisipasi di masing-masing pasar,” ungkapnya.

Sementara Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Karimata Wahyudi menegaskan akan segera melakukan sosialisasi kepada pedagangnya. Diakui, selama ini sosialisasi semacam ini sangat kurang dilakukan.

“Kami juga baru paham mengenai penggunaan kabel semacam itu karena untuk penggunaan listrik memang swadaya masing-masing pedagang. Kami akan segera kumpulkan rekan pedagang sekaligus mensosialisasikan kebijakan seperti ini karena memang sangat penting untuk dipahami bersama,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *