Ganjar Pastikan SMAN 1 Kota Tegal Tidak akan Digusur

Ganjar Pastikan SMAN 1 Kota Tegal Tidak akan DigusurSEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memastikan tidak akan ada penggusuran di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tegal.

Ganjar menegaskan akan bertanggungjawab penuh bahwa sekolah yang sudah berdiri sejak 1958 itu tidak terganggu dengan permasalahan yang kini dihadapi, yakni terkait sengketa kepemilikan aset dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Hal itu ditegaskan Ganjar saat menemui perwakilan Ikatan Alumni SMAN 1 Tegal (Ikasma) di ruang kerja Gubernur Jateng, Senin (28/1). Di hadapan para alumni, Ganjar menegaskan bahwa sengketa aset dengan PT KAI tidak akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah itu.

“Saya bertanggungjawab penuh atas persoalan ini. Para alumni, siswa, guru dan orang tua murid tidak usah khawatir, saya pastikan kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Tegal tetap berjalan,” ucap Ganjar.

Dalam pertemuan itu, para alumni menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa SMAN 1 Tegal akan digusur oleh PT KAI. Hal itu setelah PT KAI memenangkan gugatan atas hak kepemilikan aset di lokasi tersebut.

“Para alumni resah, takut sekolahnya digusur. Saya pastikan tidak (digusur), saya bertanggungjawab penuh,” tegas Ganjar.

Beberapa skenario, lanjut dia, telah disiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Di antaranya akan bertemu dengan Direksi PT KAI dan berusaha meminta aset tersebut untuk tetap digunakan sebagai sekolah.

“Atau skenario lain apakah asetnya kita beli, atau meminta untuk hak pakai. Tapi prinsipnya, kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Tegal harus tetap berjalan dan saya memastikan itu,” terangnya.

Kasus SMAN 1 Tegal itu menurut Ganjar harus menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Tengah, khususnya SMA/SMK dan SLB untuk memperhatikan soal aset. Bahwa penyerahan aset harus dilakukan secara lengkap dan benar.

“Ini jadi pembelajaran bagi semuanya, Kepala Sekolah saya minta untuk segera melakukan penyerahan aset secara benar dan baik, sehingga nantinya permasalahan semacam ini tidak terjadi lagi,” pungkas politisi PDIP itu.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *