Ganjar Ajak Pelajar Tinggalkan Cara Jadul

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Ganjar Pranowo mengajak pelajar SMA/SMK maupun mahasiswa untuk bisa berfikir luas, keluar dari cara berpikir dan bertindak secara konvensional. Apalagi dalam era digital seperti sekarang, cita-cita saat dahulu masih bersekolah belum tentu akan sama dengan yang dijalani di masa depan.

Ajakan Ganjar disampaikan saat menjadi pembicara utama kegiatan 8Th Sragen University Expo 2019, di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Sabtu (26/1). Dengan suasana santai, pria berambut putih ini meminta seorang mahasiswa Sragen yang memiliki IPK di atas 3,85 untuk maju ke depan menemaninya.

“Nama saya Farhan Adi, mahasiswa semester 3 IAIN Salatiga dari FTIK. Cita-cita saya dosen Pendidikan Agama Islam,” tutur Farhan, memperkenalkan diri seraya menunjukkan gawai berisi nilai IPK-nya kepada Ganjar.

Layaknya seorang wartawan, giliran Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang dikorek Ganjar, di hadapan ribuan mahasiswa dan pelajar yang memadati kegiatan bertajuk “Kenali Diri, Gali Potensi” yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Sragen (KMS) ini.

“Cita- citanya bu bupati (Yuni) bukan jadi bupati. Tapi jadi dokter,” ucap Ganjar.

Setelah itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono juga tak luput jadi bidikan Ganjar. Sekds pun mengungkapkan bahwa dirinya bercita-cita sebagai Administrator Perhutani, karena berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM. Terakhir, Ganjar menanyai Gun Sutopo, pengusaha buah naga asal Jogja, mengenai omsetnya.

“Omset ya segitu. Yang penting bahagia, bisa ke mana-mana, keluar negeri sering sekali. Setahun tiga kali keliling dunia.Makan pagi di Hong Kong, makan siang di Bangkok, dan makan malam di Jakarta itu sudah biasa,” jawab petani buah naga organik itu.

Dari pengakuan mereka, Ganjar mengatakan ingin membuka pikiran jika potensi itu sebenarnya bisa dioptimalkan dengan dimulai dari hal yang simpel. Namun, tinggalkan cara-cara konvensional alias jadul dengan bergerak memanfaatkan teknologi informasi. Pasalnya, hari ini pekerjaan terbuka sangat luas dan cita-cita begitu banyak.

“Kalau punya bakat berkesenian seperti menyanyi, ya menyanyi yang baik. Yang penting jangan lupa berteman atau berjejaring, konsisten dengan kualitas tinggi, dan punya faktor pembeda. Maka anda akan dicari. Seperti halnya kami di birokrasi, kalau dalam melayani masyarakat masih konvensional ya ditinggal,” pesan mantan anggota DPR RI ini. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *