Juliari : Pemberlakuan Tarif Tol Trans Jawa Sudah Sesuai Manfaat

Juliari : Pemberlakuan Tarif Tol Trans Jawa Sudah Sesuai ManfaatSEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi VI DPR RI Juliari P Batubara mengatakan anggapan tarif tol trans jawa yang dinilai terlalu mahal oleh beberapa pihak khususnya pengusaha, harus diimbangi dengan pemahaman beban pembangunan tol yang begitu besar.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah menentukan tarif tol tersebut, dikarenakan pemerintah ada biaya pembangunan yang harus dikembalikan. Selain itu terintegrasinya jakarta-surabaya melaluitol merupakan kemajuan yang luar biasa, mengingat dulu Jakarta-Surabaya hanya 2- persen dihubungkan oleh jalur tol.

“Sekarang Jakarta-Surabaya 100 persen terhubung oleh jalur tol, dibanding dulu yang hanya 20 persen. Jadi bisa dibilang ada biaya yang harus di keluarkan oleh Pemerintah untuk bangun tol 80 persen,” katanya, Sabtu (26/1).

Namun, jika pengusaha masih keberatan atas tarif yang saat ini diterapkan, Lanjut Juliari, pengusaha dapat mengajukan keberatan kepada Kementrian Perhubungan jika harus dilakukan peninjauan kembali terkait dengan tarif tol tersebut.

“Bisa ajukan keberatan, untuk dilakukan pembahasan bersama. Tapi kalau balik ke tarif lama saya rasa itu tidak mungkin, yang realisits,” katanya.

Oleh karena nya, Juliari mengajak pengusaha untuk tetap realistis soal pemberlakukan tarif tol trans jawa tersebut.

“Dulu Jakarta – Surabaya tol hanya 20%, sekarang 100% sudah ada kongkritnya. Nanti seberapa besar tarifnya bisa disepakati dengan Kemenhub,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, menilai pembangunan infrastruktur tersebut sudah tepat, karena bisa mendekatkan jarak antar wilayah. Namun, mahalnya tarif tol ini merugikan pengusaha.

“Infastruktur ini untuk siapa? Kalau untuk rakyat, mengapa tarifnya sangat mahal. Bagi pengusaha, ini sangat merugikan,” katanya.

Tony menjelaskan, biaya yang dibayarkan untuk sekali jalan ke Semarang dan Solo tidak sebanding dengan biaya bahan bakar. Meski bermanfaat dan mendekatkan wilayah, tarif yang ada saat ini tidak berpihak kepada Asperindo.

“Biaya logistik semakin meningkat. Padahal harusnya bisa memangkas biaya, tapi ini justru menambah biaya,” tambahnya.

Ia mencontohkan untuk biaya logistik dari Semarang ke Surabaya melewati Tol Trans Jawa, pengusaha harus mengeluarkan uang sebesar Rp 259.000 untuk sekali jalan. Sementara ongkos bahan bakar Rp 200.000 sekali jalan.

Jika dikalikan dua, tarif tol pulang pergi sebesar Rp 518.000 plus dengan biaya bahan bakar Rp 400.000 pulang pergi. “Dari segi bisnis tentu tidak menguntungkan bagi Aperindo,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *