Terminal Kargo Baru Mudahkan Eksportir Lokal

Terminal Kargo Baru Mudahkan Eksportir LokalSEMARANG (Asatu.id) – Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan perluasan kargo dan pos yang diresmikan hari ini adalah jawaban atas tantangan peningkatan pergerakan barang, pertumbuhan trafik penerbangan, serta tentunya kebutuhan layanan yang tinggi dari pengguna jasa.

Demikian dikatakannya saat meresmikan terminal kargo dan pos baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang kapasitasnya lebih besar tiga kali lipat dibanding terminal kargo lama, Rabu (23/1).

Devy menjelaskan dengan adanya terminal kargo baru yang lebih luas di Bandara Jenderal Ahmad Yani ini akan memudahkan para eksportir komoditas lokal Jawa Tengah untuk mengekspor produk mereka ke pasar luar negeri.

“Seperti ekspor melati dari Kabupaten Tegal yang semula dilakukan melalui Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dapat dilakukan melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan melibatkan Balai Karantina Dinas Pertanian Semarang,” ujarnya.

Devi menambahkan terminal kargo dan pos yang baru ini memiliki luasan 2.560 meter persegi atau kurang lebih empat kali lebih luas dibandingkan dengan terminal kargo dan pos lama yang hanya memiliki luasan 639 meter persegi dengan kapasitas 60.000 ton per tahun atau kurang lebih tiga kali lebih besar dari Terminal Kargo dan Pos lama yang hanya sebesar 20.000 ton per tahun.

“Angkasa Pura I senantiasa mendukung peningkatan perekonomian wilayah dengan menyediakan jasa pelayanan kebandarudaraan untuk mendukung pergerakan orang dan barang melalui pesawat udara,” tandasnya.

Layanan dengan kapasitas yang memadai untuk menampung trafik kedua hal itu akan memudahkan kegiatan distribusi barang sehingga menjadi lebih efisien dan efektif.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *