Lampaui Target PAD, Komisi C DPRD Jateng Apresiasi UPPD Kudus

SEMARANG (Asatu.id) – Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Kudus berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 104,64% atau sebesar Rp 232,674 miliar. Keberhasilan itu pun diapresiasi Komisi C DPRD Jateng melalui anggotanya,  Muhamad Rodhi, saat memimpin kunjungan kerja Komisinya, awal pekan ini.

Menurut Muhamad Rodhi, hal yang masih harus terus menerus diperbaiki adalah pelayanan wajib pajak melalui teknologi canggih seperti saat ini. Tujuannya, memudahkan wajib pajak saat menunaikan kewajiban membayar pajak, khususnya secara online.

“Tetap kami (Komisi C) hargai apa yang telah dicapai oleh UPPD dan Samsat Kudus. Kinerjanya sepanjang tahun lalu bagus, realisasi PAD melebihi terget,” kata Legislator PKS itu.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Ahmad Ridwan menimpali, wajib pajak sejalan dengan teknologi yang semakin canggih sebenarnya ingin dimanjakan dalam urusan pembayaran pajak.

Karena itu, Politikus PDI Perjuangan tersebut mewanti-wanti agar pengurus UPPD pandai memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah pembayaran pajak.

Di luar itu, lanjut dia, dalam data yang dimiliki UPPD Kudus, dari 113 perusahaan, 52 di antaranya berskala besar dan menengah. “Dari situ, UPPD Kudus harus memiliki data base tenaga kerja masing-masing perusahaan untuk mengetahui kapan kendaraan mereka (para tenaga kerja itu) jatuh tempo.

Kemudian, jalin kerja sama agar dapat melakukan penagihan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor). Dijamin, langkah seperti itu sangat bagus dan lebih praktis, ” kata Ridwan.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Jateng Mustholih menekankan soal perlunya UPPD Kudus melengkapi dan meningkatkan infrastruktur yang langsung menyentuh pembayar pajak. Di samping itu, perlu terus dikembangkan inovasi-inovasi teknologi yang semakin memanjakan wajib pajak.

“Jangan sampai masyarakat ada perasaan tidak puas. Sudah merasa taat bayar pajak, kok nggak ada perbaikan di sekitarnya,” ujar Anggota Dewan asal Fraksi PAN itu.

Menurut Kepala UPPD Kudus Wibowo realisasi PAD pada 2018 lalu sebesar Rp 232,67 miliar atau melampaui target (104,64%). Penerimaan sebesar tersebut disumbang oleh PKB  Rp 135,21 miliar (104,10% target) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)  Rp 109,60 miliar (108,92% target).

“Potensi objek PKB pada tahun ini (2019) diprediksi meningkat dari 358.753 pada 2018 menjadi sekitar  408.484 senilai Rp 140-an miliar. Angka itu dihitung berdasarkan penarikan data pada sistem aplikasi samsat online,” tutur Wibowo. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *