Percepat Pembangunan Daerah, Dunia Usaha Diminta Terlibat Aktif

Percepat Pembangunan Daerah, Dunia Usaha Diminta Terlibat AktifSEMARANG (Asatu.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), Sri Puryono menegaskan, upaya mempercepat pembangunan daerah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha atau swasta juga harus aktif terlibat, karena anggaran pemerintah untuk pembangunan hanya berkisar 30 persen.

“Konsep pentahelix dalam hal pembangunan bisa berjalan baik kalau ada sinergi keterlibatan akademisi, pemerintah, dunia bisnis, dan community yaitu media dan masyarakat. Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Karena berdasarkan kajian, dana pemerintah hanya mampu 30 persen untuk membangun, sedangkan sisanya 70 persen dari pihak swasta,” katanya.

Penegasan Sekda disampaikan saat menghadiri Rakor Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di Kantor Bappeda Jateng, Rabu (23/1).

Sri Puryono menjelaskan, Rapat Koordinasi Forum TJSLP Provinsi Jateng bertujuan menyatukan ide untuk membangun provinsi ini, khususnya untuk mengentaskan kemiskinan yang menjadi pekerjaan rumah bersama

Ditambahkannya, prestasi Provinsi Jawa Tengah dalam menurunkan angka kemiskinan tidak terlepas dari andil dunia usaha yang memberikan bantuan melalui program TJSLP. Bahkan, persentase penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah pada tahun 2017-2018 tertinggi secara nasional.

“Sampai Maret 2018 yang dirilis pada September penduduk miskin kita sebesar 3,6 juta orang atau 11,19 persen. Dulu pada waktu awal tahun 2013 saat Pak Ganjar memimpin sebesar 14,48 persen sekarang menjadi 11,19 persen. (Penurunan angka kemiskinan) ini kencang sekali. Kalau peran Bapak/Ibu bisa dimaksimalkan, insyaAllah itu bisa menurunkan (angka kemiskinan),” paparnya. (IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *