DPRD Dorong Peninggian Jembatan Kaligawe Dipercepat

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang M Sodri, mendorong pembangunan peninggian jembatan Kaligawe dapat dilakukan percepatan. Dengan ditinggikannya jembatan tersebut aliran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) akan dapat mengalir lancar.

“Beberapa waktu lalu, terjadi luapan air dan menimbulkan banjir terjadi di wilayah Kaligawe, Genuk dan sekitarnya karena antara lain karena Jembatan Kaligawe yang rendah dan masih tersumbat sampah,” katanya, Rabu (23/1).

Lebih lanjut, Sodri mengungkapkan, peninggian Jembatan Kaligawe dua sisi, karena jembatan itu terlalu pendek rawan sehingga menimbulkan penyumbatan sampah yang berdampak aliran air sungai BKT tidak lancar mengalir.

“Kami berharap, pembangunan peninggian Jembatan Kaligawe dua sisi segera rampung, sehingga aliran sungai BKT bisa mengalir lancar hingga sampai ke muara,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat  Kelurahan (LPMK) Sawah Besar Mulyadi, mengatakan, proyek pembangunan Jembatan Kaligawe selesai sebelum Lebaran 2019. Artinya sekitar bulan Mei mendatang, pembangunan jembatan akan rampung.

“Dulu berbagai sampah sering tersangkut Jembatan Kaligawe sering menumpuk, sehingga menyumbat aliran air. Pada saat hujan, aliran air di sungai tersebut terhambat oleh berbagai sampah di bawah jembatan,” kata Mulyadi.

Tetapi sekarang, menurut Mulyadi, Jembatan Kaligawe yang masih ditinggikan 2 meter tersebut memberikan kepastian bahwa jembatan itu tidak lagi menjadi penyebab banjir pada musim hujan, karena aliran air lancar mengalir di dalam Sungai BKT.

Warga Sawah Besar, kata Mulyadi, juga menyambut gembira dengan pembangunan Jembatan Kaligawe, karena peninggian jembatan  dapat mengatasi banjir di sekitar lokasi pembangunan tersebut.

“Saat ini juga, aliran air di Sungai BKT juga lancar mengalir, meski masih dalam proses pembangunan jembatan. Apalagi, nanti bila pembangunan jembatan selesai dibangun dan ditinggikan 2 meter, dari jembatan yang lama,” ucapnya.

Dia berharap kawasan Sawah Besar, khususnya dan sekitar Kaligawe, tidak lagi trauma menghadapi musim hujan yang melekat dengan masalah banjir. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *