Produksi Rumahan Langka, Kue Keranjang dari Tegal Laris di Pasaran

SEMARANG (Asatu.id) – Jelang perayaan Imlek pedagang, khususnya toko-toko di Gang Baru Kawasan Pecinan, Semarang mulai menjajakan kue keranjang yang sebagian besar hasil produksi pabrik dari Tegal.

Meski hampir semua pedagang menjual kue keranjang, namun saat ini sulit menemukan kue keranjang hasil buatan rumahan. Para pedagang lebih memilih mengambil kue keranjang hasil produksi pabrik.

Salah satu pedagang di Gang baru, Tan Sioe mengatakan, keengganan masyarakat untuk memproduksi kue keranjang sendiri karena proses pembuatannya yang rumit serta memerlukan waktu lama.

“Sekarang pada gak mau buat sendiri, soalnya susah. Kalau tidak terbiasa pasti nggak kuat,” ujarnya pedagang Toko Gang Baru 28 tersebut.

Tan Sioe menjual kue keranjang hasil produksi dari Tegal dengan harga Rp 24.000 per kilo atau Rp 6.000 per biji. Harga tersebut leboh murah dibandingkan dengan hasil produksi rumaha.

“Selain bisa kulakan dari pabrik bisa, dikembalikan, kue keranjang olahan rumah mahal bisa sampai Rp 40.000 per kilo,” terangnya.

Pedagang berusia 50 tahun tersebut juga menuturkan, dari puluhan penjual kue keranjang di sepanjang Gang Baru, hanya ada satu toko yang memproduksi sendiri.

“Sekarang langka, hanya satu yang buat sendiri di sini (Gang Baru, red), itu juga terbatas,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *