Pemkot Semarang Telisik 5 Ruko Bersertifikat di Depan Pasar Wonodri

SEMARANG (Asatu.id)  – Pemkot Semarang akan melakukan penelusuran terkait dengan adanya ruko bersertifikat hak milik yang berdiri tepat di depan bangunan Baru Pasar Wonodri.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya saat jni terus berupaya mencari informasi terkait kejanggalan atas kepemilikan ruko tersebut.

“Kami masih menelisik, kenapa kok di lahan pemkot ada ruko yang bersertifikat, sehingga kami belum bisa melakukan penertiban,” katanya, kemarin.

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, pihaknya juga akan mencari informasi lebih dari masyarakat setempat terkait dengan adanya sertifikat hak milik atas lima ruko itu. Saat ini lima ruko tersebut menutupi bangunan baru Pasar Wonodri. Keberadaannya juga mempersempit ruang parkir di pasar tersebut.

“Dilihat juga tidak enak, pasarnya baru, bangunan megah,  namun di depannya ada ruko yang belum tahu asal usulnya bisa bersertifikat,” ungkapnya.

Fajar mengungkapkan, terlepas dulu sejarah dari berdirinya ruko tersebut, peraturan jika itu lahan milik Pemkot Semarang harus dikembalikan. Dalam hal ini, lanjutnya, pihaknya belum mencium adanya praktik jual beli tanah aset milik Pemkot Semarang.

“Kami sudah kumpul dan rapat dengan bagian aset. Untuk adanya praktik jual beli aset kita masih mengusut hal itu,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan melibatkan Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk mengusut asal usul ruko tersebut.

“Kami juga menggali beberapa informasi dari pihak Kelurahan Wonodri, namun hingga kini belum menemukan jawaban yang pasti,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, pendalaman mengenai asal usul ruko yang berdiri tepat di Pasar Wonodri, lanjut Fajar, akan dilakukan setelah pemindahan pedagang ke dalam bangunan pasar selesai.

“Akan kita perdalam setelah pemindahan pedagang selesai,” imbuhnya.

Sebelumnya disampaikan, di balik bangunan megah Pasar  Wonodri Baru yang berdiri tiga  lantai, terdapat lima ruko yang berdiri tepat di depan halaman pasar tradisional tersebut. Dari bangunan ruko tersebut yang bersertifikat hak milik sebanyak tiga ruko. Sedangkan yang berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) sebanyak dua ruko. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *