Pengembangan Program Baznas Jateng Disarankan Gandeng Bank Jateng Syariah

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi rencana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang akan mengembangkan permodalan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program pengembangan itu rencananya menggunakan sebutan Baznas Mikro Finance.

“Jadi Baznas tidak hanya menyelesaikan persoalan yang sifatnya konsumtif saja, namun masyarakat produktif juga mendapat bantuan. Saya senang dan mendukung program ini. Silakan nanti bisa bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah untuk pengelolaannya,” kata Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode tersebut membenarkan, potensi zakat di Jawa Tengah sangatlah besar. Di kalangan ASN Pemprov Jateng saja, setiap bulan terkumpul Rp 2,5 miliar lebih setiap bulan.

“Padahal dulu waktu awal saya luncurkan, hanya sekitar Rp600 juta, namun perkembangannya sangat pesat sekali. Kami coba tularkan ke daerah dan daerah justru larinya lebih banter. Saya berharap hal ini dapat menjadi gerakan nasional sehingga sejumlah persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan anggaran negara, bisa menggunakan dari zakat ini,” paparnya.

Kehadiran Baznas dalam membantu pembangunan Jawa Tengah lanjut Ganjar sudah sangat terasa. Ia mencontohkan, di Kabupaten Pekalongan ada sepasang kakek nenek tinggal di gubuk reyot dan tanahnya milik desa. Dengan Baznas, Ganjar langsung membantu kakek nenek tersebut.

“Kalau pakai APBD kan lama, harus menganggarkan dulu tahun depan, belum lagi berdebat dengan DPRD. Sekarang dengan adanya Baznas ini, bisa langsung diselesaikan. Contoh lainnya misalnya ada yang tidak bisa bayar sekolah langsung bisa dibantu, sakit langsung bisa dibantu, pembangunan lembaga keagamaan, gaji guru Madin dan sebagainya dapat dialokasikan dari sini,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Baznas Nasional akan menggelar Rakernas di Solo. Dalam kesempatan itu, Ganjar diundang untuk menjadi pembicara karena dianggap berhasil mengelola Baznas dengan baik.

“Nanti akan kami tularkan ke daerah lain dan kami juga akan belajar ke daerah lainnya. Saya berharap ini akan jadi gerakan nasional dan dapat menjadi sumber untuk menyelesaikan program-program sosial kemasyarakatan di luar anggaran negara,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *