Disperindag Jateng Awasi Peredaran Gula Rafinasi Via Online

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Arief Sambodo mengatakan pihaknya tengah mengawasi peredaran gula rafinasi yang dijual via online, Jumat (18/1).

Upaya tersebut diambil guna memonitor agar gula rafinasi diperjualbelikan sesuai peruntukkannya.

“Kami ada tim yang kaitannya masuk dalam perlindungan konsumen. Ada salah satu fungsi pengawasannya. Ketika ada pelanggaran yang merugikan konsumen, ada tim ini untuk penindakannya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pasal 9 ayat 2 Peraturan Menteri Perdagangan No 117 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Gula mengatur, gula kristal rafinasi yang sumber bahan bakunya berupa gula kristal mentah impor, hanya dapat diperdagangkan atau didistribusikan kepada industri. Barang dilarang untuk diperdagangkan ke pasar di dalam negeri.

Arief menuturkan pengawasan dinilai perlu lantaran kini terdapat pihak yang menjual gula rafinasi dengan cara inkonvensional. Yakni melaui jual-beli online.

“Di Tokopedia segala macam itu ada. Tapi kalau sampai bisa dijual di sana, pasti izin perdagangannya juga ada kan. Karena kalau penjual bisa menjual rafinasi, diperbolehkan,” katanya.

Artinya, lanjut dia, selama gula tersebut izinnya dijual untuk industri, maka tidak masalah.

“Sudah ada mekanismenya, karena kalau nggak salah saya lihat fotonya ada tulisannya ‘untuk industri’ begitu. Tapi nanti kita hubungi juga Tokopedia (untuk kemudian konfirmasi ke penjual),” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *