Cek Isu Pungli, Ganjar Tunggui Rekam E-KTP di Brebes

SEMARANG (Asatu.id) – Persoalan pungutan liar (pungli) pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP ternyata masih marak terjadi di Jawa Tengah. Dan persoalan itu juga didengar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Untuk memastikan hal itu, gubernur langsung bertindak cepat dengan melakukan sidak proses perekaman E-KTP di Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Kamis (17/1).

Dalam kesempatan itu, Ganjar menanyakan secara langsung kepada warga terkait apakah ada praktik pungli atau tidak dalam proses pembuatan E-KTP. Dengan kompak, warga menjawab tidak ada.

“Tidak ada pak, gratis. Cuma ya itu, harus menunggu lama. Saya saja sudah menunggu 10 bulan,” kata Fikri Nurhidayat, salah satu warga Paguyangan.

Mendengar hal itu, Ganjar kembali menekankan kepada warga agar jujur dan tidak bohong, karena dirinya mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait ulah oknum yang melakukan pungli dalam pembuatan E-KTP. Namun, warga kembali kompak menjawab tidak ada.

“Sudah ada banyak laporan ke saya, bahwa ada pungli dalam proses pembuatan E-KTP tersebut. Makanya hari ini, saya memantau proses perekaman E-KTP di Brebes ini untuk memastikan tidak ada praktik-praktik kotor itu,” kata Ganjar.

Ganjar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada semua oknum yang melakukan pungli kepada warga yang mengurus identitas diri.

“Silahkan warga melaporkan ke saya, kalau perlu difoto wajahnya biar saya kejar orangnya. Ini harus diberantas karena ini akan menjadi penyakit yang tidak baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Brebes, Mayang Sri Herbimo menerangkan, di Kabupaten Brebes masih ada 109.825 warga yang belum terekam E-KTP. Sementara yang belum tercetak, masih ada sekitar 129.000.

“Untuk perekaman kami targetkan tahun ini selesai, namun untuk cetak, kami tetap menunggu keberadaan blangko dari pusat,” ucapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *