SKTM Dihapus, KK Palsu Jadi Ancaman Baru PPDB

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah memastikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tak bisa lagi dipakai untuk mengakali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020. Namun kini muncul ancaman baru, yakni kartu keluarga (KK) aspal alias asli tapi palsu.

Disebut aspal, karena KK itu memang asli dan dikeluarkan pemerintah. Namun KK itu diajukan baru oleh orang tua dengan memindahkan alamat ke dalam zona sekolah yang diincar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini sudah terjadi banyak orang tua siswa yang mendadak pindah kartu keluarga (KK) untuk tujuan mengejar sekolah-sekolah favorit.

“Persoalan SKTM sudah selesai dengan dihapusnya persyaratan tersebut oleh Kementerian melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud),” kata Ganjar, dalam Rembug PPDB Online SMA/SMK Negeri Provinsi Jateng T.A 2019-2020 di Wisma Perdamaian, Rabu (16/1).

Namun, lanjut Ganjar, penghapusan SKTM ini belum bisa menyelesaikan masalah terkait penerimaan siswa baru, karena karakter orang tua siswa yang masih mengejar sekolah-sekolah favorit dikhawatirkan akan tetap terjadi dengan mempermainkan sistem zonasi yang telah ditetapkan.

Sistem zonasi sekolah, kata Ganjar, otomatis akan membatasi wilayah pada kelurahan dan desa. Sebanyak 90 persen siswa harus berasal dari wilayah terdekat dari sekolah. Sisanya, 5 persen dari jalur prestasi dan 5 persen lagi dari jalur pindah.

“Saya wanti-wanti betul kepada pihak sekolah dan masyarakat, tolong awasi betul persoalan zonasi ini. Sekarang sudah terjadi, banyak orang tua siswa yang pindah KK untuk mengejar agar anaknya sekolah di sekolahan favorit,” tegasnya.

Hal tersebut, lanjut Politisi PDI Perjuangan itu, merupakan akal-akalan para wali murid yang harus diantisipasi. Untuk itu, pihaknya akan membuat sejumlah regulasi yang akan mengatur mekanisme tersebut secara ketat.

“Regulasi nanti kami buat, Forum OSIS, wali murid dan tokoh masyarakat kami minta juga ikut mengawasi dan gencar melakukan sosialisasi,” terangnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *