Produksi Acara Radio, Mata Kuliah Paling Diminati Mahasiswa Ilmu Komunikasi

SEMARANG (Asatu.id) – Kampus Universitas Semarang merupakan salah satu kampus swasta yang ada di Kota Semarang. Di kampus tersebut ada beberapa jurusan, salah satunya ilmu komunikasi. Di Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, terdapat mata kuliah menarik, yaitu produksi acara radio yang menjelaskan bagaimana menjadi penyiar dan bagaimana langkah-langkah memproduksi acara dan bagaimana menjadi penyiar yang baik.

Semakin berkembangnya teknologi komunikasi membuat radio sedikit demi sedikit tersisihkan oleh teknologi penyampai informasi lainnya. Ada beberapa hal kekurangan yang tidak dimiliki oleh radio yang membuatnya tersisih sebagai media penyampai informasi dan komunikasi.

Seperti yang telah diketahui, radio siaran bersifat audial,yang hanya dapat digunakan dengan cara didengarkan, tapi bukan berarti radio siaran tidak sanggup menjalankan fungsinya sebagai media penerangan. Radio dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan walau hanya dilengkapi dengan unsur audio.

Radio siaran dapat berbentuk siaran berita, wawancara, editorial udara,reportase langsung,talkshow dan lain-lain.

“Siaran radio cepat hilang dan gampang dilupakan. Pendengar tidak bisa mengulang apa yang didengarnya, tidak bisa seperti pembaca koran yang bisa mengulang bacaannya dari awal tulisan,” ujar Alvin, salah satu mahasiswa Universitas Semarang, Rabu (16/1)

Di mata kuliah Produksi Acara Radio ini, termasuk mata kuliah yang sangat dinantikan oleh para mahasiswa karena keseruan dan minat mahasiswa untuk menjadi penyiar radio.

Kelas produksi acara radio juga termasuk mata kuliah yang menarik dan tidak membosankan, karena mata kuliah ini tidak melulu berada di dalam kelas, terkadang juga di lab radio dan kita berlatih menjadi penyiar dengan peralatan sangat memadai yang disediakan oleh kampus.

Kami juga di ajarkan cara untuk mengisi acara radio, menjadi penyiar dan mengisi iklan yang ada di dalam radio itu dengan cara sendiri, dan mengedit konten tersebut sendiri. Jadi di sini benar-benar diajarkan seperti bagaimana kerja di radio sesungguhnya. (Muhammad Naufal Abid, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *