KSBN Kudus Dikukuhkan. Jangan Sampai Wong Jawa Ilang Jawane

KSBN Kudus Dikukuhkan. Jangan Sampai Wong Jawa Ilang JawaneSEMARANG (Asatu.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, mengukuhkan kepengurusan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Kudus periode 2019-2024 di Taman Budaya Sosrokartono Jl Raya Kudus – Colo, Baekrajan, Bae, Kudus, Senin (14/1) malam.

Usai mengukuhkan pengurus, Sekda yang juga Ketua Umum KSBN Provinsi Jateng menjelaskan, KSBN Kudus merupakan kepengurusan kedelapan di Jateng sebagai wadah induk para seniman. Pembentukan KSBN merupakan amanah Undang-Undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya, Jateng paling progresif untuk membentuk tingkat kabupaten dan kota.

“Seni budaya itu bukan sekadar wayang kulit, campursari. Tetapi, kuliner juga termasuk budaya. Apalagi, di Kudus ini ada beragam kuliner. KSBN Kudus dalam membuat program kerja tidak usah muluk-muluk, yang implementatif saja,” harapnya.

Dijelaskan pula, nguri-uri budaya penting karena menjadi nilai budaya dasar bangsa. Sehingga, budaya harus terus dibangun agar masyarakatnya tidak mudah bentrok hingga saling membunuh.

Masa generasi Y pun sudah lewat, sehingga, era generasi Z saat ini, muncul keterbukaan budaya. Informasi dan komunikasi pun kalau tidak bisa memilih, generasi akan lupa.

“Jangan sampai wong Jawa ilang Jawane. Berikanlah kontribusi positif,” pesan Sri Puryono.

Nampak hadir dalam acara, Wakil Bupati Kudus Hartopo, Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rahmah Hariyanti, Ketua Pusat Studi Bahasa Jawa Sutomo,
mantan Bupati Kudus Kolonel Inf (Purn) Soedarsono, serta tamu undangan.

Acara pengukuhan juga diisi dengan Sarasehan Budaya oleh Yayasan Kanthil Jawa Tengah, serta pentas Wayang Kulit Purwa Padhat dengan dalang Ki Siswo Sunarman dan Ki Bayu Aji dengan lakon Sri Makutharama.

Para tamu undangan juga dihibur kelompok Karawitan Putri Swaraswati Laras dari Kecamatan Bae yang seluruh anggotanya perempuan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *