DPRD Berharap Embung Doya Bisa Antisipasi Krisis Air di Wonogiri

SEMARANG (Asatu.id) – DPRD Jateng melalui Komisi D yang dipimpin Wakil Ketuanya, Hadi Santoso, meninjau pembangunan Embung Doya di Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, akhir pekan kemarin.

Embung Doya diharapkan bisa mengatasi kelangkaan air saat musim kemarau di wilayah setempat. Setiap musim kemarau, warga harus membeli air karena sulit mendapatkan. Bahkan sebagian harus menjual sapi peliharaan untuk digantikan dengan air bersih.

Hadi Santoso saat melihat hasil pengerjaan Embung Doya bersama rombongan menjelaskan, embung berkapasitas 270.000 meter kubik tersebut difungsikan sebagai penampungan raksasa penadah air hujan dan aliran air di lokasi tersebut. Embung  dibangun dengan konstruksi geomembran supaya tidak terjadi resapan air ke dalam tanah.

Embung tersebut akan digunakan sebagai cadangan air bagi masyarakat Desa Gambirmanis yang menjadi salah satu daerah zona merah kekeringan di Kecamatan Pracimantoro.

“Embung Doya ini digunakan sebagai penampungan raksasa, sehingga nanti kalau musim penghujan diharapkan bisa mengurangi pembelian air bersih di Desa Gambirmanis tersebut. Insya Allah sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar anggota Fraksi PKS DPRD Jateng tersebut.

Pembangunan embung, lanjut Hadi, ada desain ulang (redesign). Ada beberapa tambahan prasarana di embung tersebut. Di antaranya adalah sumur yang digunakan untuk mengambil air bersih yang tertampung di Embung Doya tersebut. Kemudian, dibangun juga tiga titik saringan kasar berupa tumpukan batu berfungsi menyaring air.

“Sehingga dengan saringan itu, kalau air hujan masuk akan tersaring sebagai kolam pengendap dan kolam besar penyaringan. Dua desain ini merupakan desain khas embung di daerah kekeringan terutama daerah kars,” jelas pria asal Wonogiri tersebut. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *