Rekam Jejak Pergerakan Seni Teater Semarang Selang Dua Dekade

SEMARANG (Asatu.id) – Dewan Kesenian Semarang (Dekase) bersama Forum Teater Kampus Semarang (Fotkas) menggelar kegiatan pameran poster pentas teater bertajuk “Jejak Poster Teater di Kota Semarang” atau JP3G di Joglo Sekretariat Dekase, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jalan Sriwijaya Nomor 29, Minggu (13/1).

Sejumlah kurang lebih 100 desain poster publikasi pementasan teater selama rentang waktu dua dekade telah dipamerkan mulai Jumat (11/1), dan akan terus berlangsung hingga Kamis (31/1) mendatang.

Salah satu pengurus Dekase Adit mengatakan pihaknya telah mengumpulkan desain poster tersebut dari kelompok teater yang bernaung di perguruan tinggi dan kelompok teater umum selama 20 tahun terakhir dan yang masih bisa dilacak.

”Paling awal desain poster pementasan teater pada tahun 1997. Pada rentang waktu tersebut, kelompok teater di Semarang bervariasi. Berbeda pada tahun-tahun terakhir ini, kelompok teater di Semarang yang aktif banyak dari perguruan tinggi,” ujarnya.

Adit menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membaca ruang gerak pegiat teater. Mulai dari bentuk karya desain, naskah yang dipentaskan, lokasi yang digunakan, aktor, sutradara, waktu penggarapan, produktivitas kelompok, jenis pementasan, hingga cerita di balik pentas teater tersebut.

”Poster menandai hal itu semua. Tentu menarik, bermacam informasi yang ada di dalamnya. Karena, selama dua dekade, pegiat teater di Semarang berasal dari bermacam latar belakang. Bahkan saat ini, yang dulu bergiat teater, banyak yang mempunyai kegiatan lain,” ungkapnya.

Menurutnya, produk yang merupakan bagian dari seni rupa itu, di kelompok teater sangat penting. Selain informasi tentang pementasan, diharapkan bisa dibaca sebagai karya seni rupa tersendiri.

”Selama ini, orang yang berada di balik desain poster teater tidak pernah diperbincangkan secara terbuka. Padahal bagian publikasi ini sangat penting, untuk mewakili pentas teater sebelum penonton datang untuk melihat secara langsung,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini, bisa menjadi simpul untuk memperluas gagasan dan cara pandang pegiat teater di Semarang. Pasalnya, di dalam teater mempunyai bagian yang bermacam- macam, tentu berkait pula dengan perkembangan zaman.

”Cara pegiat teater di masing-masing era mempunyai cara sendiri. Di ranah sastra, ada naskah karya penulis lama dipentaskan, ada juga penulis baru, termasuk ada kelompok yang menulis naskah sendiri,” ucapnya.

Untuk itu, imbuh dia, kegiatan ini diharapkan mampu mewakili pembacaan pergerakan seni teater di Semarang. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *