Belasan Warga Jalan Tanjung Mengadu ke Dewan

Belasan Warga Jalan Tanjung Mengadu Ke DewanSEMARANG (Asatu.id) – Belasan warga dari Jalan Tanjung, RT 6/3 Kelurahan Pandansari Kecamatan Semarang Tengah mengadu ke Komisi A DPRD Kota Semarang, Jumat (1/11).

Belasan warga tersebut mengadu ke Komisi A DPRD Kota Semarang perihal sengketa tanah berujung penggusuran yang dilakukan oleh Bank Mandiri.

Koordinator warga, Wiwoho mengatakan, total ada 29 kepala keluarga (KK) yang menempati tanah tersebut. Dari 28 KK tersebut 18 sudah menyetujui dan mendapat uang tali asih yang jumlahnya bervariasi yakni Rp 25 juta hingga Rp 45 juta. Sementara sisanya sebanyak 11 KK belum bisa menerima nominal tali asih yang ditentukan tersebut.

“Jadi dulu disitu itu Asrama TNI milik Bank Bumi Daya yang sekarang itu Bank Mandiri. Sekarang menjadi pemukiman ada 28 KK. Namun saat ini seluruh warga sudah pindah karena Bank Mandiri yang meng klaim pemilik sah atas tanah itu akan menggunakan tanah tersebut dan meminta kita untuk pindah. Jadi 18 sudah pindah dan menerima jumlah nominal tali asih itu, sementara kami 11 masih berjuang untuk mendapatkan nominal tali asihyang layak,” Katanya, Jumat (11/1).

Lebih lanjut, Wiwoho mengungkapkan, rata-rata warga yang bertinggal di tanah tersebut sudah hampir menempati selama 70 tahun. Ia juga mengklaim jika selama berpuluh-puluh tahun warga juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“BEsaran ganti rugi sebanyak Rp 25 Juta hingga Rp 45 Juta masih jauh dari kata layak. KAmi 11 warga ini meminta besaran ganti rugi sebesar harga satu unit rumah,” ungkapnya.

Olehkarena itu, dengan alasan tersbut pihaknya mengadu ke DPRD Kota Semarang untuk menjadi penengah, sehingga permasalahn tersebut cepat terselesaikan.

“KAmi ingin mendapat dukungan dari Dewan sebagai wakil kami di parlemen. Sekaligus menjadi penengah sehingga permasalahan ini cepat selesai,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *