Pertumbuhan Hotel Pengaruhi Perkembangan Pariwisata Jateng

Pertumbuhan Hotel Pengaruhi Perkembangan Pariwisata JatengSEMARANG (Asatu.id) – Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Heru Isnawan mengaku, wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Jateng saat ini cukup banyak.

Sebelumnya, menurut Heru, harus diakui sektor kepariwisataan di Provinsi Jateng ini sempat lesu karena minimnya objek wisata baru dan belum adanya jalan tol.

“Dahulu jumlah hotel juga tidak sebanding dengan jumlah wisatawan yang berkunjung. Namun, kondisi sekarang sudah cukup baik,” ungkap Heru.

Hal itu disampaikan Heru Isnawan saat menjadi salah satu nara sumber acara “Wedangan” dengan tema Jateng Wow & Strategi Wisata 2019, di Studio 1 Stasiun TVRI Jateng, Pucang Gading, Rabu (9/1) petang.

Acara yang dipandu budayawan Prie GS itu menampilkan nara sumber utara Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi. Nara sumber lainnya, Ketua DPD Gerakan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jateng Benk Mintosih dan Titah Listyorini selaku Direktur PT PRPP Semarang.

Sebagai Ketua DPD Gerakan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jateng, Benk Mintosih menambahkan, wisatawan yang berkunjung ke provinsi ini sudah cukup baik. Dicontohkannya, Kota Semarang dahulu hanya dikenal sebagai kota transit tapi kini sudah banyak orang berkunjung dan menetap untuk berwisata.

“Memang, bridge fountain itu sempat menjadi viral sehingga mencuatkan nama Semarang. Selain itu, ada juga panggung hiburan yang menghadap ke danau yakni di Waduk Jatibarang Kecamatan Gunung Pati. Tempat-tempat itu sangat mendukung sektor kepariwisataan di Kota Semarang,” tutur Benk.

Sementara, Titah Listyorini selaku Direktur PT PRPP Semarang juga siap mendukung sektor kepariwisataan di Kota Semarang. Upaya yang dilakukannya yakni selama 2 tahun terakhir ini pihaknya telah merevitalisasi Puri Maerakaca dan mengganti namanya menjadi Grand Maerakaca.

“Kini, Maerakaca tidak sekedar sebagai Taman Mini Jateng tapi disana sudah ada wahana dan event yang menarik minat pengunjung. Kami membidik pengunjung milenial yang suka berfoto dengan membuat wahana mangrove tracking. Disitu menjadi tempat menarik untuk anak-anak milenial yang suka berfoto dan posting ke media sosial. Dengan begitu, nama Grand Maerakaca dapat dikenal luas,” harap Titah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *