Hendi Sambut Baik Rencana Penghapusan SKTM pada PPDB 2019

Progres Pembangunan Pasar Wonodri Hanya 85 Persen, Walikota Beri Waktu Tambahan 25 Hari Model DendaSEMARANG (Asatu.id) – Rencana penghapusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik BAru (PPDB) 2019 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disambut baik oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

“Setuju jika program itu benar-benar dihapus oleh Gubernur,” katanya, Rabu (10/1).

Menurutnya, jika penghapusan SKTM untuk meminimalisir kecurangan penyalahgunaan SKTM dalam pelaksanaan PPDB pihaknya sangat setuju.

“Ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu harus benar-benar dimaksimalkan dan dimanfaatkan,” katanya.

Lebih lanjut Hendi mengungkapkan, di dalam KIP harusnya dapat menjadi rujukan, di mana didalam kartu tersebut dapat dilengkapi dengan database lengkap, seperti data riwayat pendidikan siswa.

“Seharusnya kartu itu di dalamnya ada database bahwa penerima kartu tersebut merupakan siswa dengan katagori siswa berprestasi namun tidak mampu. Itu bisa jadi rujukan,” ungkapnya.

Pada prinsipnya, lanjutnya, bagaimana masyarakat Kota Semarang supaya bisa bersekolah dengan tidak dipungut biaya. Hal tersebutlah yang akan ia lakukan.

“Prinsipnya adalah bagaimana masyarakat di kota semarang bisa sekolah dengan mudah, murah, atau gratis,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *