Property Expo Semarang Targetkan Penjualan 70 Unit

Kegiatan Property Expo Semarang ke-1 yang dihelat di Mall Paragon Semarang mulai 9-20 Januari 2019. (dok/istimewa)

SEMARANG (Asatu.id) – Kegiatan Property Expo Semarang ke-1 mulai dihelat di Mall Paragon Semarang. Pameran property ini berlangsung mulai 9-20 Januari 2019.

Panitia Property Expo Semarang menargetkan mampu menjual sebanyak 70 unit. Adapun kegiatan pameran diikuti sebanyak 9 pengembang dan dua pendukung.

“Target pameran 70 unit, namun awal tahun biasanya belum bisa terpenuhi, karena biasa akan tumbuh pada bulan Februari,” jelas Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat, Rabu (9/1).

Dia mengungkapkan meskipun pada tahun 2018 lalu penjualan properti Jawa Tengah masih jauh dari target panitia maupun pengembang, namun pihaknya optimistis pada tahun 2019 ini bisnis properti mampu bangkit.

Menurutnya, sejumlah pengembang merasa yakin bisnis properti di Jawa Tengah tahun 2019 akan lebih cerah, meski menghadapi pemilihan presiden pada semester pertama.

“Tahun lalu memang secara keseluruhan belum memenuhi keinginan dari panitia, juga belum memenuhi target masing-masing peserta pameran, namun kami optimistis 2019 meskipun tahun politik, tahun panas semoga pameran yang digelar akan berdampak lebih positif pada penjualan rumah di Semarang dan sekitarnya,” ungkapnya.

Dibya menuturkan persiapan dalam meningkatkan penjualan properti membutuhkan berbagai strategi. Salah satu upayanya adalah dengan bersinergi dengan perbankan.

“Strategi kami akan lebih banyak mengandeng perbankan. Tahun lalu saat pameran sudah bekerja sama dengan bank Mandiri dan akan lebih banyak yang bergabung lagi tahun ini. Perbankan dan pengembang memang mau tidak mau harus bersinergi karena 90% skema pembelian melalui KPR,” jelasnya.

Dibya mengatakan penyesuaian dengan berbagai kebutuhan konsumen juga akan dilakukan agar kegiatan pameran lebih terserap. Selain itu, pembangunan rumah menengah pun akan digencarkan mengingat penjualan rumah menengah cukup baik dibanding rumah menengah atas.

“Tahun lalu penjualan rumah menengah ke atas agak melambat, dan tahun ini pengembangan rumah menengah akan ditambah karena volume penjualan cukup banyak, hampir 70% penjualan merupakan rumah menengah, sisanya menengah ke atas,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *