Prajurit Profesional Harus Ditopang Fisik yang Prima 

SEMARANG (Asatu.id) – Prajurit yang profesional juga harus ditopang dengan fisik yang prima, selain disiplin, jago tembak, jago perang dan jago bela diri. Fisik yang prima hanya bisa didapatkan dengan latihan dan terus latihan kesegaran jadsmani.

Untuk itu TNI AD terus melakukan upaya penyempurnaan sistem/tolok ukur penilaian test kesegaran jasmani untuk mengukur kekuatan jasmani setiap prajurit.

Saat ini terdapat perubahan penilaian, sehingga perlu dilakukan sampel pengambilan data kekuatan prajurit oleh tim Disjasad.

Khusus di wilayah Kodam IV/Diponegoro, sampel pengambilan data kesegaran jasmani dilaksanakan di GOR Patriot yang dipimpin Kolonel Inf Haryanta dari Disjasad. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan prajurit satuan di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro, Rabu (9/1).

Kolonel  Inf Haryanta menyampaikan sampel pengambilan data meliputi Lunges, standing broad jump, vertical jump, shutle run, sit up dan scoth jump. Test akan dilaksanakan dua kali dalam dua hari, pada orang yang sama, maka bisa dievaluasi.

“Hasil dari sampel pengambilan data selanjutnya dikirim ke Suad, sebagai bahan membuat tabel standar nilai,” ungkap Haryanta.

Dengan test kesegaran jasmani dapat diketahui sejauh mana tingkat kesegaran jasmani prajurit sesuai dengan kategori usia yang bersangkutan, sehingga bisa diajukan acuan/evaluasi untuk pembinaan prajurit maupun satuan.

Dengan demikian diharapkan sasaran pembentukan prajurit yang berfisik prima dan profesional dapat terwujud. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *