Keamanan Tabung Konverter Gas BRT Trans Semarang Sudah Lewati Uji Standar Khusus

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan menuturkan terkait keamanan tabung gas, tabung konveter gas yang dipasang pada BRT Trans Semarang sudah melewati uji standart khusus untuk CNG yang memiliki tekanan 200 bar, sehingga berbeda dengan tabung gas LPG.

“Tabung Conveter BBG ini dijamin sangat aman jadi tidak perlu khawatir akan meledak seperti tabung LPG dan tabung ini diletakkan di bagian bawah bus,” ungkapnya.

Ade melanjutkan, valve yang terpasang adalah valve yang aman yang hanya bekerja berdasarkan koneksi dari Electronic Control Unit (ECU). Jika tidak ada perintah dari ECU, gas tidak akan keluar dari tabung.

“Oleh karena itu tabung bahan bakar tidak akan mengalami kebocoran, termasuk selang sambungan meski terlepas tidak menyebabkan kebocoran,” jelasnya.

Ade menambahkan terkait dengan ketahanan tabung, sudah melewati tahapan tes. Saat diuji coba, tabung ditembak peluru 12 mm tidak tembus. Sehingga aman digunakan pada BRT Trans Semarang.

“Terkait dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk pengisisan pada BRT Trans Semarang , di Semarang saat ini sudah berdiri beberapa SPBG, antara lain SPBG Mangkang, SPBG Penggaron, SPBG Kaligawe. Namun SPBG yang ada tersebut belum difungsikan. Sedangkan terkait dengan pengisian bahan bakar gas akan dilakukan di Tambak Aji,” pungkasnya.

BRT Trans Semarang bekerjasama dengan PT Pertagas Niaga dalam hal pengisian bahan bakar gas dengan mendatangkan 2 MRU (Mobile Refueling Unit). Keberadaan MRU akan memudahkan pengisian bahan bakar dengan CNG (Compressed Natural Gas).

“Untuk sistem pengisian BBG, akan dilakukan setelah akhir pelayanan. Pada saat pengisian mesin harus dalam keadaan mati dan kondisi di dalam armada kosong,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *