DPRD Jateng Apresiasi Panti Sono Rumekso, 8 Pengelola Layani 88 Penghuni

DPRD Jateng Apresiasi Panti Sono Rumekso, 8 Pengelola Layani 88 PenghuniSEMARANG (Asatu.id) – Kinerja dan pelayanan di panti sosial yang dikelola Dinas Sosial Jateng mendapat perhatian anggota DPRD Jateng. Melalui Komisi C, jajaran wakil rakyat berkunjung ke Unit Rehabilitasi Sosial (Resos) Eks Psikotik “Sono Rumekso” Purwodadi, Grobogan, awal pekan ini.

Anggota Komisi C Mustholih yang memimpin kunjungan kerja itu menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada pengelola balai resos. Dengan hanya delapan orang sebagai pengelola, namun resos ini mampu melayani 88 orang penghuni panti. Mereka bekerja dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

“Mengelola orang sehat sebanyak itu saja tidak mudah, apalagi ini hanya berdelapan melayani 88 mantan psikotik dengan kinerja yang baik. Hebat dan kami (Komisi C) apresiasi,” kata Mustholih.

Terkait fasilitas, politikus PAN itu mendorong Pemprov Jateng untuk memenuhi kebutuhan balai resos, karena pada sektor ini kehadiran Pemprov sangat besat artinya dalam pelayanan publik yang menjadi urusan wajib.

Di sisi lain, dia juga menegaskan agar keberadaan panti sosial di Jateng tidak lagi dibebani target pendapatan.

Pujian juga diberikan oleh anggota Komisi C lainnya, RA Kusdilah. Menurut politikus Partai Golkar itu, seluruh pengelola Sono Rumekso yang berjumlah delapan orang memiliki ketulusan hati dan kerja keras yang luar biasa.

Resos Sono Rumekso merupakan unit dari Resos Pendowo Kudus yang khusus menangani penerima manfaat (PM) eks psikotik telantar. Saat ini jumlah PM mencapai 88 orang yang dilayani oleh tiga orang ASN dan lima orang non-ASN.

Penyandang psikotik adalah seseorang yang mengalami kedaaan kelainan jiwa yang disebabkan oleh faktor organik, biologis maupun fungsional yang mengakibatkan perubahan dalam alam pikiran akan perasaan dan alam perbuatan seseorang.

“Alhamdulillah pelayanan terhadap penerima manfaat dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutur Kepala Unit Rehsos Sono Rumekso, Sofiana Rosa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *