Muhammadiyah Dorong Kader Muda Terjun di Dunia Politik

SEMARANG (Asatu.id) –  Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Tafsir meminta para kader muda Muhammadiyah untuk pro aktif dalam setiap pesta demokrasi, baik pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan legislatif (Pileg) maupun saat pemilihan presiden (Pilpres).

Hal itu disampaikannya di sela acara Pesantren Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah Jawa Tengah, di Hotel Siliwangi Semarang, Selasa (8/1).

“Kader Muhammadiyah harus jadi pemain dan jangan hanya jadi penonton. Saya mendorong kader muda Muhammadiyah yang punya potensi untuk tampil, baik jadi kepala daerah maupun anggota legislatif,” katanya.

Dia menjelaskan, bagi Muhammadiyah, kader Muhammadiyah harus mengisi ruang-ruang publik, baik legislatif maupun eksekutif, karena hal tersebut bagian dari dakwah di jalur politik.

“Kita (Muhammadiyah, red) kritis dan kooperatif. Ada kebijakan tidak sesuai, kita kritisi. Kooperatif, kita harus bekerjasama dengan semuanya, termasuk dengan pemerintah,” ucapnya.

Kendati begitu, menurutn Tafsir, meski mendorong kader-kader Muhammadiyah untuk tampil dipanggung politik, bukan berarti PWM berpolitik praktis.

“Kita (PMW Jateng, red) bukan oposan parpol tertentu. Secara kelembagaan kita tetap netral, namun kader secara individu boleh menentukan pilihannya masing-masing,” ungkapnya.

Tafsir mengimbau seluruh Pengurus Muhammadiyah dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammdiyah di semua level dan seluruh warga Muhammadiyah untuk menyukseskan gelaran Pemilu 2019 dengan tidak menjadi golongan putih (Golput).

“Jangan berlebihan membenci Pak Jokowi, siapa tahu beliau yang jadi presiden, juga jangan berlebihan mencintai Pak Prabowo, karena tidak ada yang menjamin beliau jadi presiden. Sikapi Pilpres secara wajar dan proporsional,” pesannya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *