Ganjar Beberkan Tiga Godaan Besar Pemimpin Daerah

Ganjar Beberkan Tiga Godaan Besar Pemimpin DaerahSEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan, ada tiga godaan besar yang bakal dihadapi setiap pemimpin daerah. Tiga godaan itu adalah lelang jabatan, proyek dan komisi.

Gubernur pun memberi jurus bagaimana sebagai pemimpin kuat mengamalkan good government dan terhindar dari godaan tersebut.

Jurus-jurus itu dipaparkan Ganjar saat melantik Bupati Tegal Umi Azizah dan wakilnya Sabilillah Ardie, di Grhadhika Bhakti Praja, Selasa (8/1). Umi Azizah merupakan Bupati Tegal terpilih pada Pilbup 2018 lalu.

Saat Pilbup, Umi menjadi pasangan Enthus Susmono. Namun karena meninggal dunia, posisi Enthus sebagai Cabup digantikan Umi Azizah, sementara posisi Umi sebagai Cawabup digantikan Sabilillah Ardie.

Menurut Ganjar, good government bisa tercipta jika integritas aparatur pemerintahan dijunjung tinggi, dan masyarakat merasa bahagia dengan sistem yang tercipta.

Diakui, godaan terbesar pemimpin daerah adalah soal lelang jabatan, proyek dan komisi. Untuk menghindarinya, integritas menjadi yang utama, karena itu menjadi platform untuk menjalankan pemerintahan yang menjadi pelayan masyarakat.

Jika itu diterapkan, Ganjar yakin semuanya akan hidup tenang dan bahagia, akan membuat kultur pemerintahan yang baik, sehingga masyarakat makmur.

“Itu godaan-godaan yang harus dihadapi. Dan percayalah akan banyak gangguan. Anda nanti berbuat baik seperti itupun akan dicari-cari, karena orang yang tidak suka dengan kebersihan ini pendapatannya akan terganggu, ketika pendapatannya terganggu, dia akan mengganggu sampeyan. Ingat, berbuat baik saja akan diganggu, tapi Gusti Allah mboten sare,” sorot gubernur.

Bukan tanpa alasan Ganjar menyampaikan itu. Selama memimpin Jawa Tengah, dia selalu konsisten memraktikkan lelang jabatan terbuka, tidak bermain proyek, serta menolak komisi atau gratifikasi. Bahkan Ganjar pernah tercatat sebagai pejabat pelapor gratifikasi terbanyak di KPK.

“Kita mengajari kompetisi dengan kompetensi. Di provinsi, saya menjalankan itu. Jual beli jabatan selalu menjadi persoalan dan sudah banyak yang kena OTT. Jangan main-main,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *