Banyak Peserta Pemilu Belum Setor Daftar Tim Kampanye ke KPU

Banyak Peserta Pemilu Belum Setor Daftar Tim Kampanye ke KPUSEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jawa Tengah, mendesak kepada para peserta pemilu untuk mematuhi aturan dalam menjalani proses pemilu.

Kegiatan kampanye yang dilakukan haruslah mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang diterbitkan aparat kepolisian.

Koordinator Divisi Pengawasan pada Bawaslu Jateng, Anik Solihatun menyampaikan, sesuai dengan ketentuan, jika kegiatan kampanye tidak mengantongi STTP maka bisa dibubarkan.

Atas nama Bawaslu Jawa Tengah, Anik juga mendesak kepada peserta pemilu untuk segera menyetorkan daftar tim kampanye ke KPU di masing-masing daerah.

“Hingga kini, masih banyak peserta pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang belum menyetorkan daftar tim kampanye ke KPU,” kata Anik, di Kantor Bawaslu Jateng, Jalan Papandayan Semarang, Senin (7/1).

Bawaslu Jateng mencatat, sejak 23 September 2018 hingga Desember 2018, banyak kegiatan kampanye yang tidak ada pemberitahuan ke pengawas pemilu. Jumlahnya mencapai 142.

Menurut Anik Solihatun, dalam masa kampanye, Bawaslu memiliki tagline: “cegah, awasi dan tindak”. Terkait hal itu, segala potensi pelanggaran akan dilakukan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran.

“Selanjutnya, setiap kegiatan peserta pemilu juga akan dilakukan pengawasan secara melekat. Jika pencegahan dan pengawasan sudah dilakukan tapi tetap terjadi dugaan pelanggaran maka tidak ada acara lain kecuali melakukan proses penindakan,” tandasnya.

Menurut Anik, penindakan yang dilakukan jajarannya bisa dari sisi pelanggaran pidana pemilu, pelanggaran administrasi, pelanggaran etik maupun pelanggaran hukum lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *