Sibuknya Yulianto Sudrajat sebagai Ketua KPU Jateng, Harus Adil Membagi Waktu

SEMARANG (Asatu.id) – Sejak 24 September 2018 lalu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah dijabat oleh Yulianto Sudrajat. Laki-laki kelahiran Sukoharjo 9 Juli 1973 ini, akan menjabat sebagai Ketua KPU Jateng periode 2018-2023. Ketua KPU sebelumnya adalah Joko Purnomo.

Ada cerita yang cukup menarik dari Yulianto Sudrajat, mantan aktivis kampus ini. Suami dari Estri Irawati itu ternyata lahir dari keluarga guru. Ayahnya dulu seorang pengajar di SMEA (SMK). Dan profesi sebagai guru akhirnya turun pada kakak dan adik Yulianto.

Tapi mengapa Yulianto sendiri justru terjun di bidang pekerjaan yang berbau politik? “Saya ingin beda saja, meski bapak sebenarnya berharap saya bisa mewarisi profesi gurunya. Di keluarga, saya memang paling ‘ngeyelan’, sering beda pendapat. Saya berprinsip harus lebih baik dari kakak dan adik-adik saya yang mewarisi profesi bapak sebagai guru,” kata Yulianto Sudrajat dalam perbincangan santai di Kantor KPU Jateng, Jalan Veteran Semarang.

Berbincang dengan Yulianto sungguh mengasyikkan. Peringainya yang ramah dan blak-blakan, membuat lawan bicaranya bisa betah berjam-jam bersenda gurau dengannya. Itu sebabnya Yulianto Sudrajat bisa dekat dan akrab dengan banyak kalangan. Dari pejabat, birokrat, aktivis, sampai orang yang baru dikenalnya.

Dia masih ingat betul kata-kata bapaknya yang seorang guru, bahwa “Wong Nandur Bakal Ngunduh”. Meski yang ngunduh itu muridnya, namun sebagaj guru pasti senang dan bangga. Berarti apa yang pernah diajarkannya menuai hasil. Tidak hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga berimplikasi pada nilai-nilai akhirat.

“Kata bapak, sebaik-baik orang itu adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dan bapak saya merasa dengan menjadi guru itu bermanfaat bagi orang lain. Tapi saya memilih jalan lain, tidak menjadi guru seperti bapak, kakak dan adik saya. Intinya kami sama-sama berbakti untuk bangsa dan negara, hanya beda profesi,” kata Yulianto.

Kini Yulianto memang telah memilih jalan hidup dan profesi menurut pikiran terbaiknya. Dia ingin mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menjadi Ketua KPU. Dia ingin fokus menyelesaikan pekerjaan pentingnya, yakni menyiapkan pelaksanaan Pemilu 2019, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Namun di tengah kesibukannya, alumnus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta ini tetap berusaha meluangkan waktunya untuk keluarga di Sukoharjo. Setidaknya berkomunikasi lewat handphone meski hanya beberapa menit. Sebab dua anaknya masih perlu banyak perhatian, atau sekadar menanyakan kabar.

Yang sulung, Rasyid Rajendra Jaya masih duduk di kelas 1 SMA Negeri 1 Sukoharjo. Sedang yang bungsu, Andika Raditya Jaya masih duduk di kelas 2 MTs Negeri Sukoharjo.

“Istri dan anak-anak saya sudah terbiasa dan bisa memaklumi kesibukan saya. Sudah biasa terpisah karena faktor dan tuntutan pekerjaan saya. Dulu waktu saya bekerja sebagai tenaga pemasaran di sebuah penerbitan juga jarang ketemu, karena saya di Malang dan keluarga di Sukoharjo,” tutur pria yang menyelesaikan sarjana S2 program studi ilmu komunikasi di kampus UNS.

“Prinsipnya saya harus bisa adil membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Meski sebentar, komunikasi sangat penting,” tambahnya.

Akhirnya setelah sekitar 10 tahun bekerja di Malang, Jawa Timur, Yulianto dipindah ke kantor pusat di Solo. Hal itu dia manfaatkan untuk bertemu teman-teman aktivis lagi, beriteraksi dan diskusi, sampai akhirnya tertarik mendaftar dan ikut seleksi anggota KPU.

Sebelum menjadi Ketua KPU Jateng, Yulianto sempat menjadi anggota KPU Sukoharjo selama dua periode. Kini Yulianto siap membuktikan bahwa dirinya bisa dan memang layak mengemban tugas itu.

Di KPU Jateng, Yulianto harus bekerja keras dan bersinergi dengan anggota atau komisoner lainnya, yaitu Ikhwanudin (Divisi Perancangan dan Logistik), Putnawati (Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu), Muslim Aisha (Divisi Hukum), Paulus Widiantono (Divisi Pemutakhiran Pemilih), Diana Ariyanti (Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat), dan Taufiqurrahman (Divisi SDM).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *