Optimalkan PAD, Bapenda Telusuri pengguna Air Tanah yang Sembunyi-sembunyi

Optimalkan PAD, Bapenda Telusuri pengguna Air Tanah yang Sembunyi-sembunyiSEMARANG (Asatu.id) – Optimalkan pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pajak Air Tanah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang akan telusuri Wajib Pajak (WP) pengguna Air Tanah yang tidak melaporkan.
Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana mengatakan, saat ini baru tercatat 400 WP Air Tanah di Kota Semarang. Jumlah tersebut bisa bertambah jika dilakukan penelusuran.
“Akan dilakukan penelusuran, ini salah satu upaya dari Bapenda untuk memaksimalkan PAD dari sektor Pajak Air Tanah,” katanya.
Lebih lanjut Yudi mengungkapkan, target realisasi pajak ari tanah di tahun 2018 belum memenuhi target. Yakni dari target Rp 9 miliar, baru dapat terealisasi sebesar Rp 8.858.724.127 atau 98,43 persen.
“Belum memenuhi target. Itu yang akan kita kejar di tahun 2019,” tegasnya.
Sementara dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh Bapenda, penggunaan air tanah yang seenaknya tanpa membayar pajak banyak ditemukan di hotel-hotel.
“Kesadaran WP kalau tidak ditemukan oleh petugas Pemkot Semarang, mereka ngumpet-ngumpet. Itu banyak di hotel-hotel yang ngumpet-ngumpet,” ungkapnya.
Olehkarena itu pihaknya akan menindak tegas apabila masih menemukan penggunaan air tanah yang tidak melaporkan ke Pemkot Semarang.
“Dalam pengurusan ijin penggunaan air tanah berada di ranah Pemprov Jateng, namun untuk pengurusan pajak diserahkan kepada Pemkot Semarang sebagai bagian dari PAD,” ungkapnya.
Pajak Air Tanah merupakan salahsatu sumber PAD Kota Semarang dari 11 sektor pajak. Ke 11 sektor pajak tersebut adalah Pajak Hotel, Pajak restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Penerangan Jalan PLN, Pajak Mineral Bukan Logam, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak BPHTB, dan PBB.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *