Rayakan Tahun Baru dengan Lestarikan Budaya Sendiri

Rayakan Tahun Baru dengan Lestarikan Budaya SendiriSEMARANG (Asatu.id) – Gelar acara tahun baru Desa Talun Kacang kelurahan Kandri lestarikan budaya sendiri dengan menampilkan panggung kesenian tari dan ketoprak kreasi sendiri di Dermaga Waduk Jatibarang, Senin (31/12).
Meski acara harus diundur akibat hujan pentas kesenian tetap berlangsung sekitar pukul 22.00, kesenian yang ditampilkan berupa tari Semarangan dari warga RW 03 Desa Talun Kacang, maupun tarian kreasi dari remaja maupun anak-anak di Kelurahan Kandri.
“Kami berupaya menampilkan kreativitas yang dimiliki warga, meski belum seberapa namun kita ingin mengukuhkan budaya sendiri,” ujar Sadiin selaku ketua panitia gelar budaya.
Dirinya menambahkan jika ada tarian yang tidak dapat ditampilkan akibat kendala cuaca, yakni Tari Kera Wanara Parisuka. Tari tersebut merupakan kreasi dari warga Talun Kacang yang berkiblat pada sejarah penamaan Goa Kreo.
“Karena cuaca ada alat musik yang tidak dapat dimainkan, sehingga tidak bisa tampil. Namun untuk ketoprak yang merupakan puncak acara tetap akan tampil,” imbuhnya.
Selain gelar budaya, untuk menggantikan pelepasan lampion, panitia membuat 1000 lentera sebagai selfie spot para pengunjung, serta di akhir acara akan dibagikan sego kethek, makanan khas Desa Talun Kacang dan kembang api.
Ketua RW. 03 Kelurahan Kandri, Danu Kasno berharap, acara budaya seperti ke depannya akan lebih baik lagi dan tidak sekedar setahun sekali untuk melestarikan budaya.
“Untuk melestarikan budaya seperti ini bisa lebih sering lagi, tempat sudah difasilitasi oleh pemerintah, kita tinggal memanfaatkan,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *