Perda Ditetapkan, Pengelolaan Desa Wisata Harus Berdaya Saing

Perda Ditetapkan, Pengelolaan Desa Wisata Harus Berdaya SaingSEMARANG (Asatu.id) – Sidang Paripurna DPRD Jateng menetapkan tiga Raperda menjadi Perda, Kamis (27/12). Yakni Perda tentang Sistem Kesehatan Masyarakat, Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Perda tentang Pemberdayaan Desa Wisata.

Menanggapi penetapan Raperda tentang Pemberdayaan Desa Wisata, Gubernur Ganjar Pranowo yang diwakili Wagub Taj Yasin Maemoen berharap, dengan adanya peraturan ini, pemberdayaan desa dapat mendorong perwujudan desa yang mandiri. Yaitu desa yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada di masing-masing daerah.

“Selain itu, mampu mewujudkan peran strategis desa wisata dalam membangun citra provinsi Jawa Tengah, melalui destinasi wisata yang maju dan berdaya saing,” tuturnya.

Sementara menyangkut diterapkannya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan, diharapkan menjadi dasar hukum bagi penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik di Jawa Tengah.

Selain itu, lanjut Wagub, juga bisa mewujudkan tujuan penyelenggaraan pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat jasmani dan rohani, kompetitif, berkarakter, serta cinta Tanah Air.

“Tidak kalah penting adalah meningkatkan akses layanan pendidikan kepada masyarakat, meningkatkan mutu layanan daya saing dan relevansi pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan akuntabilitas tata kelola layanan pendidikan,” bebernya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *