PAD Kota Semarang Tahun 2018 Lampaui Target

SEMARANG (Asatu.id) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang dari sektor pajak mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Dari target sebesar Rp 1,2 triliun terealisasi sebesar Rp 1,3 triliun.

Jumlah tersebut dari sebelas item pajak, di antaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak penerangan jalan PLN, pajak mineral bukan logam, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, ajak BPHTB, dan PBB.

Terkait hal itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, kenaikan tersebut mencapai angka 106,15 persen. Dan pemasukan terbanyak dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB), yakni sebesar Rp 401 miliar.

“Kesadaran masyarakat Kota Semarang dalam membayar PBB sangat baik. Karena jika ditanya soal target, sebelumnya Pemkot hanya menargetkan Rp 348,5 miliar,” katanya, Kamis (27/12).

Selain itu pemasukan dari pajak yang terbanyak kedua yaitu dari sektor pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Kalau BPHTB ditargetkan itu Rp 351 miliar terealisasi Rp 371 miliar,” ungkapnya.

Keberhasilan capaian tersebut, lanjut Yudi, karena komitmen dari semua pihak. Baik itu masyarakat selaku WP dan Pemerintah Kota Semarang sendiri. Untuk itu kedepan pihaknya akan terus menggali potensi daerah guna meningkatkan PAD.

“Kesadaran dan komitmen warga Semarang dalam membayar pajak perlu diacungi jempol. Meski belum seluruhnya, namun capaian ini merupakan capaian yang luar biasa,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *