Merekatkan Rasa Persaudaraan lewat Onthel Kebangsaan

SEMARANG (Asatu.id) – Sekitar 10.000 onthelis (penggemar sepeda onthel) dari berbagai daerah dan provinsi tumplek blek memenuhi ruas-ruas utama jalanan Kota Semarang mengayuh sepeda antik, dalam acara Onthel Kebangsaan, Minggu (23/12).

Acara itu diikuti para pejabat, tokoh lintas agama, dan masyarakat umum. Ada Gubernur Ganjar Pranowo, Sekda Jateng Sri Puryono, Ketua DPP MAJT KH Nur Rohmat, Romo Robertus Rubiyatmoko sebagai perwakilan dari Katolik, dan masih banyak lagi.

Sekda Sri Puryono menuturkan, kegiatan ini baik untuk merekatkan rasa persaudaraan. Sebab, menjadi media bertemunya komunitas sepeda tua dari seluruh Indonesia. Sekda menyebut, setidaknya ada 17 provinsi yang mengikuti event ini.

“Kita tahu rasa kebangsaan kita seringkali diuji. Maka ini menjadi media untuk menyatukan berbagai suku, ras. Ada beberapa titik henti dan di tempat itu kita bersosialisasi, membaur, berasimilasi bareng-bareng,” tuturnya

Sementara Romo Robertus Rubiyatmoko mengatakan, paseduluran (persaudaraan) saat ngonthel bareng ini sangat kental. Bahkan dirinya bersama pemuka lintas agama dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertekad menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan.

“Senang karena paseduluran yang raket banget. Kami sangat semangat ingin membuat acara seperti ini setiap tahun. Santai tapi akrab kekeluargaan. Indonesia banget,” katanya.

Salah satu peserta Ngonthel Kebangsaan yang rela jauh-jauh datang ke Semarang adalah Edi Munir dari Lahat Sumatera Selatan. Dia memulai perjalanannya pada 1 Desember lalu, menggunakan sepeda onthel kesayangannya. Lelaki berusia 53 tahun itu tiba di Semarang pada 22 Desember.

Selama perjalanannya, dia mengaku mengalami beberapa kendala. Antara lain mesti mengganti as roda empat kali dan rantai dua kali. Tidak itu, Edi juga mengalami penodongan di Lampung Utara dan diserempet motor di Songgom Brebes.

Namun, kebulatan tekadnya untuk mengikuti NgonthelKebangsaan, mampu membawanya tiba di Semarang dengan selamat.

Edi menuturkan, keikutsertaannya dalam Ngonthel Kebangsaan memiliki misi untuk memelajari kesolidan klub sepeda onthel di Jawa. Menurutnya, di Sumatera Selatan sebenarnya banyak yang memiliki sepeda onthel. Sayang, komunitasnya tidak sesolid seperti di Jawa.

“Di Sumatera Selatan sebenarnya banyak, tapi teman-teman kurang bersemangat seperti di pulau Jawa. Walaupun acara kecil, tapi Jawa Timur Jawa Tengah, Jawa Barat, Cirebon, bahkan Jakarta selalu meriah. Saya sempat hadir. Maka saya juga hadir di sini untuk belajar,” kata dia yang datang sendirian. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *