SPBU Nakal Terancam Disegel

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang mengancam akan menyegel SPBU nakal. Hal tersebut menyusul banyaknya laporan dari masyarakat terkait adanya beberapa SPBU yang disinyalir kerap melakukan kecurangan saat melakukan pengisian bahan bakar.

Sementara untuk menindak hal tersebut, Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama UPTD Metrologi Legal langsung melakukan pengecekan terhadap SPBU yang diduga curang. Pengecekan itu, di antaranya perhitungan meteran.

“Kami langsung tindak dengan melakukan pengecekan di SPBU 34.501.15 di Jalan Sendangguwo, pengecekan dengan menggunakan bejana ukur guna memastikan penghitungannya sesuai dengan takaran,” kata Fajar Purwoto, usai melakukan sidak SPBU, kemarin.

Fajar mengungkapkan, pengawasan yang dilakukan Disperindag sesuai dengan Undang-undang Metrologi Legal dan SK DJPDN Nomor 37/PDN/KEP/3/2010, tentang Syarat Teknis Meter Arus Volumentrik. Batas kesalahan maksimum yang diizinkan 0,5 persen atau 100 mililiter per 20 liter.

Selain melakukan pengecekan takaran, pihak Dinas Perdagangan dan UPTD Metrologi Legal juga mengecek alat juster yang befungsi untuk mengatur jumlah BBM yang keluar berbanding dengan angka yang keluar dari display dispenser.

“Salah satu laporan yang kami terima di SPBU Sendangguwo ini. Kita lakukan pengecekan meliputi kelayakan label tera di dispenser dan beberapa komponen lainya,” katanya.

Sementara dari hasil pengecekan tersebut, takaran masib dalam batas toleransi, yamni hanya minus 100 mililiter per 20 liter. Untuk kondisi nosel sendiri kita cek, kondisi sudah tidak layak untuk digunakan,” tandasnya.

Sementara untuk juster yang tersegel, saat ini dalam kondisi baik, segel masih terpasang.

“Kalau segel juster ini lepas, berarti sudah dipastikan SPBU itu nakal,” ungkapnya.

Dari laporan masyarakat yang diterima oleh Dinas Perdagangan, setidaknya ada tiga SPBU yang saat ini dalam pengawasan ketat. Oleh karena itu untuk beberapa hari kedepan pihaknya akan melakukan inspeksi di beberapa SPBU yang disinyalir melakukan kecurangan.

“Intinya kalau terbukti curang ya akan kita laporkan ke pertamina untuk di lakukan pengegelan,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *