Dukung Layanan Kesejahteraan Anak, Yayasan Setara Gelar Pelatihan PRIMERO

Dukung Layanan Kesejahteraan Anak, Yayasan Setara Gelar Pelatihan PRIMERO

caption: Yayasan Setara Semarang gelar pelatihan PRIMERO bagi para Pekerja Sosial dan staf Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) di Kota Surakarta dan Kabupaten Klaten (doc. istimewa)

SEMARANG (Asatu.id) – Yayasan Setara Semarang gelar pelatihan PRIMERO bagi para Pekerja Sosial dan staf Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) di Kota Surakarta dan Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu.

PRIMERO merupakan aplikasi berbasis komputer dan android yang dikembangkan oleh UNICEF dan Kemensos RI untuk sistem pencatatan dan pengelolaan informasi penanganan kasus dan masalah kesejahteraan anak.
PRIMERO ini dikembangkan dengan maksud untuk mempermudah dan mempercepat proses layanan kesejahteraan anak lintas sektoral, serta mempermudah dan meningkatkan aktualitas pencatatan dan pengelolaan informasi layanan secara sistematis, terukur dan integratif.
“Pelatihan ini untuk persiapan pengunaan PRIMERO secara penuh untuk memperkuat layanan PLKSAI Surakarta dan Klaten mulai awal 2019 nanti,” jelas Bintang, Koordinator Program dari Yayasan Setara.
Dengan menggandeng Dinas Sosial Kota Surakarta dan Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan UNICEF,  Yayasan Setara telah mengembangkan PLKSAI sejak tahun 2015.
PLKSAI sendiri merupakan sebuah upaya menggabungkan sumberdaya yang dimiliki pemerintah, non pemerintah, dan swasta untuk memastikan terpenuhinya layanan kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan secara integratif bagi semua anak rentan di Kota Surakarta dan Kabupaten Klaten.
“PLKSAI di Surakarta dan Klaten ini merupakan percontohan. Juga sedang di ujicobakan di Tulungagung di Jawa Timur serta di Gowa dan Makasar di Sulawesi Selatan,” jelas Naning Julianingsih, Spesialis Perlindungan Anak dari UNICEF
Selain untuk mencatat proses penanganan kasus, PRIMERO juga berfungsi sebagai alat penyimpanan data hasil asesmen kesejahteraan anak, asesmen kebutuhan keluarga, dan asesmen resiko yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menjadi mitra PLKSAI dalam pemberian layanan dan penanganan kasus anak.
Anna, Sakti Peksos dari Kabupaten Klaten, mengatakan keberadaan PRIMERO sangat membantu.
“Kita dapat mencetak laporan sosial secara lengkap atau sebagian untuk dipakai petugas medis atau aparat penegak hukum dalam menangani kasus anak,” jelas Anna.
Made Suwancita, Staff T4D (Technology for Development) UNICEF, menjelaskan bahwa salah satu kelebihan PRIMERO adalah datanya actual,  terintegrasi mulai dari tingkat layanan di Kabupaten/Kota hingga Pusat dengan protocol yang ketat menyangkut kerahasiaan data kasus anak.
“Pengguna PRIMERO adalah para pekerja kasus dan manajer kasus di PLKSAI. Akses menggunakan password bagi masing-masing pengguna. Hanya pekerja sosial sebagai case worker atau pekerja kasus. Dia yang akan menentukan informasi apa yang bisa diberikan kepada OPD/Lembaga Layanan yang membutuhkan,” kata Made sambil menjelaskan bahwa aplikasi PRIMERO nantinya akan dikelola oleh Kemensos dan juga digunakan di 111 kabupaten/kota yang memiliki Layanan Anak Integratif.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *