Tahun 2018 Kasus Tipikor di Jateng Menurun

Tahun 2018 Kasus Tipikor di Jateng MenurunSEMARANG (Asatu.id) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang mencatat, selama 2018 hanya ada 98 perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang berhasil disidangkan pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Berdasarkan data yang dimiliki DPD, dari jumlah itu yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 10, sedangkan 88 ditangani kejaksaan maupun limpahan dari kepolisian.

Hal tersebut cenderung mengalami penurunan dari tahun 2017 yang mencapai 110 perkara disidangkan, 2016 mencapai 148 perkara dan tahun 2015 sebanyak 165 perkara.

“Di tahun 2018 jumlah tersangka yang berhasil disidangkan ada 112 orang pelaku korupsi, jumlah tersebut ada yang masih menjadi terdakwa dan ada pula yang sudah menjadi terpidana korupsi. Hanya saja dari jumlah tersebut, belum ada yang divonis bebas,”kata Ketua DPD GMPK Kota Semarang, Joko Susanto, dalam keterangan persnya menyambut Hari Lahir (Harlah) Ke-2 perhimpunannya dan memperingati Hari Anti Korups Sedunia (Harkodia), Selasa (18/12).

Sementara kasus yang mandek, kata Joko, yang dapat dipantau adalah perkara yang ditangani Kejari Kota Semarang.

Selain itu, Sekretaris GMPK Kota Semarang Okky Andaniswari menambahkan, ada perkara yang juga belum menyentuh pelaku utamanya, sebagaimana fakta yang terungkap dalam sidang.

Atas berbagai permasalahan tersebut, pihaknya mendesak KPK, kejaksaan dan kepolisian dalam menangani perkara Tipikor. Hal itu untuk mengungkap tuntas nama-nama yang terlibat sehingga tidak terkesan tebang pilih dan membiarkan pelaku utama berkeliaran bebas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *