Taman Belajar Sobat Kecil Ajarkan Anak Cinta Lingkungan

Taman Belajar Sobat Kecil Ajarkan Anak Cinta LingkunganSEMARANG (Asatu.id) – Kaleng-kaleng bekas yang biasanya menjadi tumpukan sampah, digunakan kembali oleh anak-anak sebagai media menggambar di Kolektif Taman Belajar Sobat Kecil.

Kegiatan ini digagas oleh anak-anak muda dari berbagai kota yang tergabung dalam Kolektif Taman Belajar sobat kecil. Jika biasanya menggambar menggunakan media kanvas atau kertas gambar, Kolektif Taman Belajar Sobat Kecil mengajak anak-anak mendaur ulang kaleng bekas menjadi media untuk menggambar.

Kolektif Taman Belajar Sobat Kecil sendiri berdiri dari keprihatinan anak-anak muda yang tergabung di dalamnya terhadap ekosistem yang mulai rusak.

Disatukan dengan kecintaan mereka terhadap lingkungan, Kolektif Taman Belajar Sobat Kecil mengajak anak-anak kecil untuk melukis bebas serta mengekspresikan diri lewat cat air dengan menggunakan media gambar ramah lingkungan.

“Kita memilih kaleng sebagai media lukis karena jarang sekali yang menggunakan kaleng sebagai medianya, biasanya kan pakai kertas gambar atau kanvas. Kita coba manfaatkan barang bekas yang ada agar mengurangi sampah dan memiliki nilai seni,” ujar Pijar Arif, salah seorang pegiat Kolektif Taman Belajar Sobat Kecil, di sela-sela acara melukis bersama yang diadakan di Taman Sampangan, Minggu (16/12).

Dengan kegiatan ini anak-anak kecil tidak hanya diajarkan untuk mengekspresikan diri lewat karya seni lukis, dirinya bersama pegiat Kolektif yang lain juga mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai serta merawat lingkungan, melalui tanaman yang dibagikan secara cuma cuma kepada anak-anak yang ikut dalam kegiatan melukis bersama.

“Dalam kegiatan melukis bersama anak-anak kita juga membagikan tanaman kepada mereka yang ikut melukis bersama. Kita ajarkan pada anak-anak untuk mencintai lingkungan lewat hal kecil yakni merawat tanaman,” terangnya.

Setiap dua Minggu sekali Kolektif Taman Belajar Sobat kecil selalu memiliki agenda bersama anak-anak, di alam terbuka dengan berpindah-pindah tempat dari taman Kota hingga di pinggiran sungai atau sawah. Untuk peserta biasanya merupakan warga sekitar daerah tersebut namun selalu terbuka bagi siapa saja dan tidak dipungut biaya.

Dewi Ernawati, salah satu peserta hari itu menuturkan sangat mendukung dengan kegiatan yang dilakukan oleh Kolektif Taman Belajar Sobat Kecil. Dengan diadakannya melukis serta memanfaatkan barang-barang recycle mampu menumbuhkan kreatifitas anak serta lebih mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Anak-anak jadi lebih ekspresif dan Kreatif, belum lagi dengan mengajak mereka lebih mencintai lingkungan dengan merawat tanaman,” ungkap Dewi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *