70 Persen Pantai Kota Semarang Milik Swasta

70 Persen Pantai Kota Semarang Milik SwastaSEMARANG (Asatu.id) – Sepanjang 23,5 km pantai Kota Semarang, sebanyak 70 persen di antaranya dinyatakan milik pihak swasta. Sementara masyarakat hanya memiliki 30 persennya.

Hal tersebut dikatakan Pakar Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro (Undip) Prof Sudharto P Hadi saat menghadiri penanaman 10.000 mangrove bersama Lindungi Hutan di Mangunharjo, Mangkang, Minggu (16/12).

Dikatakan, hal ironis terjadi di Kota yang dijuluki Kota ATLAS ini. Hal itu lantaran pantai yang difungsikan sebagai ruang publik terkadang harus dinikmati masyarakat dengan cara berbayar.

“Artinya, Semarang itu Kota Pantai tapi nggak punya pantai. Jadi ironi,” katanya.

Membenarkan hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Muthohar ingin mengajak mayoritas masyarakat pesisir pantai untuk mempertahankan pantai menjadi ruang terbuka hijau.

“Saya khawatir kalau itu nanti pantai yang menjadi publik area itu dikuasai oleh pihak ketiga menjadi privat area. Ini sangat membahayakan,” tegasnya.

Diijelaskan Sudharto, Mangunharjo merupakan kawasan budidaya mangrove yang masih tersisa dan sudah ditanam bagus oleh masyarakat sejak tahun 1.999 silam.

Kala itu, kata Sudharto, dirinya mendampingi masyarakat saat terabrasi sepanjang 1,3 km dengan luas pemukiman hampir 4 km.

“Kami membangun sabuk pantai, memperkuat dengan mangrove lalu hidup sehingga menjadi hutan. Ketika ini sudah menjadi hutan kan sudah tumbuh dengan bagus. Saya kira perlu dipelihara dan dijadikan sebagai tempat mangrove karena ketika ada mangrove di situ lebih produktif,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *