Evaluasi Kinerja NU-Care LAZISNU Jateng dan Potensi Zakat Jadi Bahasan Rakorwil

SEMARANG (Asatu.id) – Sebagai bagian dari elemen perekonomian Islam, zakat mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian Indonesia. Peranan institusi zakat dalam aktivitas ekonomi Indonesia tidak kalah pentingnya dengan fungsi institusi keuangan Islam yang lain. 

Di Indonesia, tujuan institusi zakat dalam perekonomian, diharapkan bisa menjadi faktor stimulus kemakmuran ekonomi Indonesia dalam membantu mengurangi tingkat kemiskinan, menciptakan keadilan ekonomi, menciptakan distribusi pendapatan yang merata, dan menjadi jaminan sosial dengan pelayanan yang efektif.

Permasalahan di atas, mengemuka dan menjadi pokok bahasan dalam pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakorwil) NU – Care LAZISNU PWNU Jawa Tengah, yang digelar selama dua hari, 15-16 Desember 2018 di Tlogo Resort, Salatiga.

Menurut Ketua PW NU-Care LAZISNU, H Muh Mahsun SIP, Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim yaitu sejumlah  216,66 juta. Namun potensi pembayaran zakat lewat lembaga zakat masih rendah. Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat ini pula yang disinyalir sebagai salah satu penyebab rendahnya serapan dana zakat.

NU Care-LAZISNU sebagai salah satu lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqah sudah barang tentu menjadi salah satu yang ikut bertanggungjawab dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Perbaikan pada sistem dan tata kelola lembaga menjadi hal mendesak yang harus segera dilakukan.

“Dengan senantiasa berkomitmen pada penerapan prinsip kerja Mantap (Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah dan Profesional), bukan hal yang mustahil kepercayaan masyarakat untuk berzakat via NU CARE-LAZISNU akan semakin meningkat,” papar Muh. Mahsun.

Calon anggota DPD RI Perwakilan Jawa Tengah itu menambahkan, pada pelaksanaan Rakorwil kali ini digelar pula tiga sesi diskusi mengenai Implementasi UU. No.23 tahun 2011 dan Kebijakan Sistem Pelaporan terkait sistem Format Laporan Bulanan, Semester & Tahunan), Implementasi serta tantangan dan harapan di tahun 2019, dan Ngopi Joss (Ngobrol Filantropi). (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *