Pemasaran Masih Jadi Kendala Pelaku UMKM

Pemasaran Masih Jadi Kendala Pelaku UMKMSEMARANG (Asatu.id) – Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengakui, aspek pemasaran masih menjadi kendala pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Untuk itu, kata Anggoro, pihaknya terus berupaya memfasilitasi pemasaran melalui berbagai event dan pameran, serta memutus mata rantai perdagangan melalui pemasaran online.

Dekranasda Jateng siap melakukan pendampingan, tentunya dibantu Dekranasda kabupaten/kota. Muatan lokal juga terus ditingkatkan, sehingga produk Jawa Tengah tak lagi diklaim dari provinsi lain,” tutur Prijo di hadapan peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Dekranasda Provinsi Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang, Kamis (13/12).

Selain Prijo Anggoro, Rakor Dekranasda juga dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo. Ikut hadir dan memberi sambutan, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin.

Istri Wagub Jateng, Taj Yasin Maemoen itu menandaskan, industri UKM di bidang kerajinan mempunyai peranan penting. Di samping meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus mampu menyerap tenaga kerja demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

“Tentunya, hal ini harus dibarengi dengan inovasi dan kreativitas dalam menjaga kualitas produk. Potensi ini masih terbuka luas, karena di setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki kerajinan yang khas dan berdaya saing tinggi. Seperti Kota Semarang yang bukan penghasil kulit, namun mampu menghasilkan kerajinan yang berdaya jual tinggi, seperti tas, dompet, sepatu, dan aksesoris lainnya,” tuturnya.

Menurut Nawal, di era digital, pelaku UKM dan kerajinan harus mengoptimalkan kemajuan teknologi. Kecanggihan TI saat ini, memungkinkan UKM memperluas akses pasar melalui internet.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *