Waspadai Sikap Anak Manis dan ‘Innocence’ di Depan Orang Tua

SEMARANG (Asatu.id) – Berdasarkan penelitian di beberapa kota besar, diketahui lebih dari 70 persen remaja usia SMP sudah melakukan hubungan seksual. Ironisnya, tindakan itu tidak diketahui orang tuanya.

Sejumlah orang tua pun tidak menduga jika anak yang kesehariannya pendiam, justru kemudian mendapati anaknya hamil atau menghamili teman dekatnya.

“Jadi, jangan anggap anak kita manis, anak kita innocence, baik, halus. Kita salah,” kata dosen Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran UNS, dr Istar Yuliadi MSi saat Dialog Suara Jawa Tengah, di Studio Mini Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (11/12).

Sejak anak masih kecil, menurut dr Istar, orang tua sebaiknya terus mengingatkan anak agar lebih hati-hati dalam bergaul, dan menjelaskan batas-batas pergaulan. Beri pengetahuan kepada anak mengenai kesehatan reproduksinya.

Hal yang dimaksud, misalnya menerangkan jika anak perempuan sudah menstruasi, bisa hamil jika sampai berhubungan seksual dengan lawan jenis. Begitu pula pada anak pria yang mesti mendapat penjelasan seputar kesehatan reproduksi setidaknya sejak dia mimpi basah.

Istar mengakui, parenting attachment atau kelekatan antara orang tua dan anak saat ini semakin memudar. Anak cenderung mencari informasi melalui internet maupun media sosial. Akibatnya, terkadang informasi yang mereka dapat keliru difahami.

Dia menunjuk contoh, budaya merayakan hari kasih sayang yang terkadang dimanfaatkan pria tak bertanggung jawab untuk meminta pacarnya menunjukkan kasih sayang dengan melakukan hubungan seksual.

Bahkan Istar menduga ada kecenderungan kenaikan dispensasi pernikahan pada anak di bawah umur, setelah Februari atau usai peringatan Valentine. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *